Telur asin memiliki rasa gurih, lembut, dan disertai sensasi kesat di bagian kuningnya. Makanan ini sering menjadi lauk pelengkap dalam menu makan sehari-hari. Meski nikmat, menyantap telur asin secara berlebihan bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan.
Telur asin dibuat dengan cara melumuri telur bebek dengan garam dalam jangka waktu tertentu agar tetap awet.
Memang, telur asin memiliki berbagai jenis zat gizi yang diperlukan tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral, serta asam amino.
Namun, proses penggaraman telur asin membuatnya tinggi akan natrium yang menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
Perlu Anda ketahui, sebutir telur asin bebek sebesar 70 gram ternyata mengandung natrium sebanyak 2.562 mg. Kandungan natrium ini tentu berasal dari garam.
Sayangnya, Kementerian Kesehatan RI mengatur batas maksimal natrium harian hanya sebesar 2.000 mg per hari atau setara dengan satu sendok garam.
Artinya, mengonsumsi satu butir telur asin saja sudah melewati asupan garam yang dianjurkan, lebih dari seperempat dari batas maksimal.
Inilah bahaya telur asin yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
1. Hipertensi
Bahaya telur asin rentan menyebabkan tekanan darah tinggi. Bagaimana bisa?
Ya, kandungan garam berlebih ini membuat kadar air tertahan di dalam tubuh. Sebenarnya, air ini nantinya berguna untuk “membilas” kadar natrium berlebih.
Akan tetapi, penumpukan air justru akan menekan jantung dan pembuluh darah. Jantung pun bekerja lebih keras sehingga tekanan darah pun meningkat.
2. Pembengkakan tubuh
Asupan garam berlebih bisa menyebabkan oleh jumlah air di dalam tubuh meningkat.
Garam dari telur asin yang dikonsumsi nantinya akan beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Natrium mampu menekan aliran air sehingga cairan menumpuk di beberapa bagian tubuh. Efeknya, kaki, tangan, dan perut pun nanti akan membesar dan membengkak atau disebut edema.
Edema bisa menyebabkan gemuk air atau kenaikan berat badan akibat penumpukan air. Jadi, waspadilah bahaya telur asin yang satu ini.
3. Penyakit kardiovaskular
Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya telur asin bisa memicu stroke. Hal ini dikarenakan konsumsi garam berlebih memicu hipertensi sehingga kondisi pembuluh darah menyempit.
Akhirnya, aliran darah yang membawa oksigen menuju otak pun terhambat. Otak nantinya bisa kekurangan oksigen sehingga stroke terjadi.
Selain itu, tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja keras untuk memompa darah.
Akibatnya, bilik kiri jantung pun menebal sehingga meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, bahkan kematian.
4. Batu ginjal
Lagi-lagi, bahaya telur asin ini berasal dari kadar garam berlebih.
Saat kadar natrium berlebih, ginjal akan membuangnya melalui urine. Sayangnya, pembuangan ini juga membuat kalsium terdorong ke dalam urine.
Akibatnya, kadar kalsium di dalam urine pun meningkat. Kondisi ini disebut dengan hiperkalsiuria.
Penumpukan kalsium ini menjadi penyebab batu ginjal karena mineral ini dapat mengkristal dan membentuk batu ginjal.
5. Osteoporosis
Garam dari telur asin ternyata merupakan salah satu faktor utama pemicu bahaya pengeroposan tulang.
Pasalnya, garam membuat kadar kalsium dari dalam tubuh justru keluar melalui urine. Kalsium pun akhirnya terbuang.
Lama-kelamaan, tulang pun akan kekurangan kalsium sehingga menjadi rapuh.
Selain itu, studi terbitan Clinical Calcium (2013) juga memaparkan bahwa orang yang mengalami hipertensi akibat garam juga meningkatkan risiko osteoporosis.
Tekanan darah tinggi memicu hormon paratiroid untuk meningkatkan kadar kalsium di dalam darah. Peningkatan ini berasal dari lepasnya kalsium dari tulang.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa telur asin merupakan makanan pantangan untuk tulang yang harus dihindari.[]




