SERANG – Banjir yang melanda Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon sejak pukul 03.34 WIB dini hari, Selasa (1/3/2022) berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah lokasi.
Pemadaman listrik dilakukan terutama di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anyer, ULP Serang, dan ULP Cilegon. Langkah ini dilakukan karena beberapa gardu dan jaringan listrik tergenang air akibat banjir.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Utara, Aep Saepudin mengatakan, pihaknya melakukan pemadaman lantaran mengutamakan keselamatan masyarakat dari bahaya setrum listrik saat banjir.
“PLN terus bersiaga memantau sistem kelistrikan pada daerah terdampak. Kami terus memantau kondisi lapangan sejak cuaca ekstrim terjadi, sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan apabila kondisi di lokasi banjir sudah aman,” tutur Aep, Selasa (1/3/2022).
Menurutnya, jika semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering, maka gardu siap diaktifkan lagi. Untuk saat ini, seluruh pelanggan UP3 Banten Utara yang terdampak padam sudah seluruhnya menyala.
Wilayah di Anyer dan Serang yang belum menyala di antaranya Kawasan Perumahan Patma Raya, Perumahan Taman Puri, Kampung Cikulur, Kampung Taman Sari, Kampung Singandaru, Kampung Eksodan, Kampung Ciseke, Kampung Kebon Sayur, dan Kampung Kalumpang.
“Saat ini PLN UID Banten berfokus pada percepatan pemulihan kelistrikan saat banjir. Sebanyak 79 unit Gardu Distribusi terdampak padam, dengan 8 penyulang dan 18.282 pelanggan padam,” katanya.
Petugas PLN terus bersiaga dalam memonitor kondisi banjir di lapangan. PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir.
PLN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mengambil langkah sigap saat banjir terjadi. Warga diimbau mematikan listrik melalui MCB ketika air banjir sudah masuk ke dalam rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari bahaya tersetrum listrik.
“Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile,” kata Aep.
Hal senada juga diungkap Manager UPJ PLN Banten Selatan, Irwanto Wahyu Kusumo mengatakan, pemadaman ini perlu dilakukan agar menghindari adanya hubungan arus pendek listrik alias korsleting listrik.
“Jika terjadi banjir, maka kami imbau warga untuk mematikan aliran listrik, cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan naikan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Hal itu bisa mencegah setruman arus listrik maupun korsleting listrik,” kata Irwanto saat dihubungi.
Menurutnya, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat diprediksi masih melanda. Makanya, Ia meminta agar warga untuk selalu waspada dan melakukan tindakan itu tadi. []




