Hasil Operasi Jaran 2020, Polda Banten Amankan 214 Unit Kendaran dan 47 Pelaku Curanmor

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil mengamankan 47 pelaku dari kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama Oktober sampai November 2020. Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan, pihaknya mengungkap 61 kasus selama Oktober-November 2020 yang terjadi di wilayah hukumnya. Dengan rincian barang bukti sebanyak 185 unit kendaraan bermotor roda dua, 31 unit kendaraan roda empat, dan tiga unit kendaraan roda enam dari berbagai jaringan kejahatan.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras Ditreskrimum Polda Banten bersama jajaran Kasat Reskrim seluruh Polres di Banten. Kita ketahui bersama kasus curanmor cukup tinggi yang meresahkan masyarakat selama ini dengan berbagai modus kejahatan,” ujar Kapolda saat konferensi press di Mapolda Banten, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny menjelaskan, untuk modus yang digunakan para pelaku curanmor ini dengan berbagai cara, mulai dari menjebol kontak kendaraan memakai kunci T yang sudah dimodifikasi, memakai trik penipuan dengan modus meminjam atau menyewa, sampai tindak perampasan menggunakan senjata tajam.

Ia menjelaskan, pencurian paling banyak biasanya dilakukan di sekitar perumahan, tempat parkir, dan tempat umum yang ramai.

“Yang paling banyak di perumahan, parkiran, dan tempat umum. Karena mereka memiliki karakter sendiri. Ada yang di malam hari, siang hari atau di tempat keramaian karena masyarakat tidak fokus dan tidak sadar,” jelasnya.

Kombes Pol Martri mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada dalam menjaga kendaraan. Jika perlu, kendaraan dikunci ganda sebanyak-banyaknya guna memperlama proses pencurian.

Sonny menerangkan, sejak awal pandemi Covid-19 melanda Banten, tindak pidana curanmor sekitar Maret sampai Mei menurun. Namun setelah pemerintah memberlakukan new normal, pelaku kejahatan mulai beraksi kembali. Sehingga, kasus pencurian menuju normal dan meningkat.

Sebanyak 47 tersangka kasus curanmor itu bisa diganjar Pasal 363, 365, 480 dan Pasal 481 KUHP dengan ancaman hukumannya sampai tujuh tahun penjara.

Seorang warga bernama Faisal yang kehilangan mobil merasa berterima kasih karena mobil bisa kembali usai dicuri selama tiga hari. “Pas di garasi rumah dicuri, padahal alarm ada, terima kasih karena sudah diungkap selama 3 kali 24 jam,” ujar Faisal. (sultantv-eko)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.