Menag Tegaskan Penutupan Visa Umrah dan Umrah Ditutup Itu Hoaks

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menampik isu meresahkan soal ditutupnya umrah dan layanan visa umrah. Menag menegaskan penutupan visa umrah oleh pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Arab Saudi menutup akses umrah bagi jemaah RI merupakan hoaks. Menurutnya, jemaah asal Indonesia tetap diperbolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi untuk menjalankan umrah.


“Soal umroh ditutup, Insya Allah sejauh ini hanya hoaks. Yang jelas Insya Allah tanggal 22 November ini ada masuk gelombang keempat akan berangkat ya,” tegas Fachrul dalam Rapat Kerja DPR RI Komisi VIII, Rabu (18/11/2020).

Seperti yang dikutip dari Sindonews.com, dalam rapat tersebut, Fachrul juga menjelaskan saat ini berdasarkan dekrit raja Arab Saudi penyelenggara ibadah umrah telah dibuka secara bertahap. Tahap satu dimulai pada 4 Oktober 2020 atau 17 Safar 1442 H dengan mengizinkan badan negara Arab Saudi dan warga negara asing yang tinggal di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah dengan kapastitas 30% atau 6.000 orang per hari.  Sementara tahap dua dimulai 18 Oktober 2002 atau 1 Rabiul Awal 1442 H.

“Warga negara Arab Saudi dan warga negara asing di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah sebanyak 75% kapasitas atau 15.000 jumlah per hari dan 42.000 jamaah melaksanakan salat jamaah perhari di Masjidil Haram,” jelas Fachrul.

Tahap 3 dimulai pada 1 November 2020 atau 15 Rabiul Awal 1442 H dengan mengizinkan warga negara Arab Saudi dan warga negara asing untuk melaksanakan ibadah umrah sebanyak 100% kapasitas atau 25.000 jamaah per hari atau 60.000 melakukan salat berjamaah di Masjidil Haram. 

Ketiga tahapan pelaksanaan ibadah umrah tersebut, kata Fachrul, dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat, dengan melakukan sejumlah pembatasan seperti jumlah dan usia jamaah, keharusan bebas Covid-19 saat umrah, serta penerapan penggunaan aplikasi untuk melaksanakan umrah dan salat berjamaah di Masjid Haram.

Pemerintah Arab Saudi membuat kebijakan bahwa jamaah yang diizinkan melaksanakan ibadah umrah berusia 18 sampai 50 tahun.

“Dalam catatan sistem komputerisasi pengelolaan terpadu umrah dan haji khusus, Siskopatuh, pada aspek usia yang sudah mendaftar, yang memenuhi persyaratan tersebut sebanyak 26.328 orang atau 44%. Selebihnya jamaah yang belum memenuhi syarat usia tersebut diminta untuk menunda keberangkatannya sampai kondisi pandemi normal,” tambahnya.

Selain itu, 72 jam sebelum berangkat jamaah haji wajib melakukan swab atau PCR tes dengan hasil negatif untuk memastikan terbebas dari Covid-19.

“Saat kedatangan di Arab Saudi, setiap jamaah umrah diwajibkan melakukan karantina mandiri di hotel-hotel tempat menginap selama tiga hari,” ucapnya.


Sebelumnya, seperti yang dikutip dari Kompas.com, beredar kabar Pemerintah Arab Saudi menutup akses jemaah umrah asal RI. Kabar ini menyusul ditemukannya 13 jemaah WNI positif Covid-19 saat tiba di Mekah. Mereka merupakan jemaah umrah gelombang pertama dan kedua. Saat ini, tiga orang jemaah sudah sembuh dan telah kembali ke Indonesia.

Sementara itu, sepuluh orang lainnya masih menjalankan isolasi di Mekah. Kendati demikian, Pemerintah Arab Saudi memang sempat menghentikan sementara penerbitan visa umrah untuk Indonesia selama tiga hari. Namun, visa umrah untuk jemaah RI sudah dibuka kembali pada Senin (16/11/2020).

Rombongan jemaah umrah yang sedianya berangkat pada 15 November kemudian dialihkan ke 22 November.

Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Anshary mengatakan, penghentian sementara penerbitan visa umrah itu disebabkan adanya pembaruan sistem visa.

“Sempat dihentikan dengan alasan upgrade system, grup 15 November dialihkan ke 22 November,” ujar Zaky, Senin (16/11/2020). (sultantv-01)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.