BerandaBERITAGelaran STQ Kelurahan Diminta Bisa Menghadirkan SDM Mumpuni

Gelaran STQ Kelurahan Diminta Bisa Menghadirkan SDM Mumpuni

CILEGON – Tak terasa, gelaran Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kelurahan tahun ini memasuki tahun yang ketiga dilaksanakan. Namun sayang, meski sudah tiga tahun berjalan, gelaran STQ tingkat kelurahan seperti berjalan apa adanya dan kurang greget. Selain itu, cabang yang dilombakan tidak pernah bertambah.

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah mengatakan, kalau diperhatikan memang sepertinya kurang greget. Dikarenakan yang selalu dilombakan itu dan itu saja. Tidak jauh dari tilawah, fahmil Qur’an, dan syarhil Qur’an. Sedangkan yang lainnya agak kurang dan bahkan tidak ada.

“Kalau begini terus, nanti yang kewalahan di tingkat kotanya,” kata laki-laki yang biasa disapa Aya ini kepada wartawan, pada Rabu (9/2/2022).

Meski demikian, kata dia, dalam setiap sambutan, dirinya kerap mengingatkan untuk bisa menciptakan potensi peserta, setiap kelurahan dibagi.

“Kalau dibagi, sepertinya sih bisa. Misalkan Kecamatan Jombang kan ada lima kelurahan. Nah tinggal dibagi saja. Kelurahan mana yang fokus pada pembinaan fahmil dan syarhil. Kelurahan mana yang fokus pada tahfidz dan tafsir. Begitu seterusnya. Jadi nanti bisa terlihat. Cuma memang sepertinya belum dimulai di masing-masing kecamatan,” ujar Aya.

Agar pembinaan terlihat lebih serius, kata Aya, pihaknya akan mengadopsi pembinaan seperti yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Yaitu pembinaan setiap bulan. Dalam satu bulan akan dilakukan berapa pertemuan, nanti tergantung pembina dan pesertanya.

“Ini dilakukan untuk mendobrak pembinaan yang gitu-gitu aja,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon Maman Mauludin meminta kepada seluruh pengurus LPTQ serius dalam melakukan pembinaan.

“Mulai dari LPTQ tingkat kelurahan, kecamatan, sampai kota semua diharapkan serius. Jangan ada yang main-main. Kalau dalam pelaksanaannya masih tidak serius, bagaimana mau menghasilkan SDM potensial,” ujar Maman.

Maman menekankan, agar seluruh pengurus LPTQ serius dalam menghelat STW. Baik tingkat kelurahan maupun kecamatan serta kota.

“Kalau mau berhasil dan berbuah manis, ya harus serius,” tandasnya. (mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular