Faktor D, Karakteristik yang Dimiliki Orang-orang Berkepribadian Gelap

Psikopat, egoisme, dan sadisme, merupakan tiga dari beberapa sifat yang dianggap sebagai bagian dari sisi gelap manusia. Sebuah penelitian terbaru menemukan fakta bahwa orang-orang yang menunjukkan ketiga sifat di atas ternyata memiliki karateristik yang sama.

Para peneliti dari University of Copenhagen mengelompokkan sifat-sifat tersebut dalam ‘Faktor D’ atau ‘faktor inti gelap’. Jika memiliki salah satunya, maka ada kemungkinan Anda akan mengembangkan sifat yang lainnya juga.

‘Faktor D’’ didefinisikan sebagai: “kecenderungan untuk memaksimalkan kebutuhan individu – tanpa menghiraukan dan menerima orang lain —  disertai dengan keyakinan yang berfungsi sebagai pembenaran”.

Sederhananya, orang-orang ini memiliki kecenderungan untuk menempatkan diri mereka terlebih dahulu di atas kepentingan orang lain. Bahkan, memiliki pembenaran yang menyertainya tanpa merasa bersalah atau malu.

Berikut adalah sembilan ciri yang paling sering ditemukan pada orang-orang berkepribadian gelap seperti dilansir nationalgeographic.grid.id :

Egoisme: Kebutuhan berlebih untuk ‘menyelamatkan’ diri sendiri sehingga mengorbankan orang lain.

Machiavellianisme: Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tidak peduli seberapa manipulatif dan merugikannya hal tersebut.

Pelepasan moral: Mampu berperilaku tidak etis tanpa mengkhawatirkan konsekuensinya.

Narsisme: Obsesi berlebihan terhadap diri sendiri. Memandang rendah orang lain namun juga menginginkan perhatian mereka.

Hak psikologis: Yakin bahwa diri sendiri lebih baik dari orang lain dan berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada yang diberikan.

Psikopati: Kurangnya empati dan rasa malu, ditambah dengan perilaku impulsif serta sembrono.

Sadisme: Ingin menimbulkan gangguan emosional atau fisik pada orang lain karena merasa itu menyenangkan.

Kepentingan diri sendiri: Menginginkan kesuksesan sosial dan finansial di atas segalanya.

Pendendam: Keinginan untuk menyakiti orang lain, bahkan jika diri sendiri harus terluka.

Menentukan sejauh mana seseorang memiliki ‘Faktor D’’ dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang diterapkan psikolog Charles Spearman sekitar 100 tahun lalu ketika menguji tingkat kecerdasan seseorang.

Semakin tinggi ‘Faktor D’’ seseorang maka semakin besar kemungkinan dia menunjukkan perilaku gelap tertentu. Seperti mempermalukan orang lain yang kemudian memicu tindakan jahat lain seperti berbohong, menipu, dan mencuri.[]

(Visited 24 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.