Dorong Geliat Ekraf Banten, Dispar Lakukan Pemetaan Sub Sektor

Geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Banten terus menunjukan tren positif, mulai dari kuliner, fashion, hingga kriya kini makin diganduringi masyarakat, terutama kaum muda.  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menyebutkan, pertumbuhan ekonomi kreatrif di Banten merupakan tanda semakin inovatifnya masyarakat, terutama kalangan muda. Sebagai bentuk dukungan dan dorongan pada pelaku ekraf, pemerintah melalui Dispar Banten akan melakukan pemetaan sub sektor ekraf.

“Kita akan melihat prioritas sub sektor ekonomi kreatif dari 16 sektor di Banten. Kita akan melihat dari sisi SDM sampai bantuan permodalan,” kata Eneng pada Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengembangan Ekonomi Kreatif, Rabu (24/04), di Kota Serang. Hadir dalam acara tersebut pelaku ekraf Banten.

Menurut Eneng, daerah di kabupaten/kota juga perlu melakukan penguatan ekonomi kreatif dengan melakukan pemetaaan postensi SDM dan pasar. Penyusunan rencana aksi daerah bertujuan untuk mendukung ekonomi kreatif berdasarkan skala prioritas. “Seperti kita ketahui bersama, ekonomi kreatif jadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Kota Kreatif Bekraf Slamet Aji Pamungkas memaparkan, masih ada beberapa kendala di daerah yang harus menjadi perhatian bersama.  Mislanya belum tersedia peta potensi ekonomi di daerah, aktor ekosistem ekonomi kreatif yang mencakup akademisi, bisnis, komunitas, dan pemerintah belum berjalan baik.

“Termasuk kolaborasi antarpemerintah kota/kabupaten dan provinsi dalam pelaksanaan pendampingan belum maksimal. Solusinya, kita harus menyusun konsep aktivasi ekosistem,” paparnya.

Kep. Kasubdit Direktorat Edukasi Ekraf untuk Publik Mohammad Amin menilai, pola dan paradigma bekerja jaman dulu dengan sekarang telah berbeda. Ekonomi kreatif menjadi alternatif dan peluang bagi insan-insan kreatif. Amin menyebutkan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah ekonomi kreatif di Banten 299.385 pelaku usaha.

“Tiga subsektor di Banten yang paling dominan ialah kuliner, fesyen, dan kriya. Kita harus bisa mengangkat ekonomi unggulan ini menjadi lebih luas lagi skala promosi dan penjualannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, adapun 16 sub sektor ekonomi tersebut, yakni musik, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya atau kerajinan tangan, kuliner, aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior.  Kemudian, desain komunikasi visual, desain produk, penertiban, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa serta, televisi dan radio.[]

(Visited 16 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.