Cegah Stunting, Ketersediaan Pangan Terus Diperkuat

Pada hari ketanganan pangan sedunia ke-75 tahun ini yang mengangkat tema “Grow, Nourish, Sustain. Together”, kondisinya jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Covid-19 yang mewabah di berbagai belahan dunia, membuat banyak negara menerapkan strategi khusus untuk penguatan dan ketersediaan pangan.

Kondisi ketahanan pangan di Banten pada masa pandemi, dijelaskan Drs Budiyana, Kepala Bidang Keterjangkauan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten memerlukan ekstra penanganan. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten melakukan beragam upaya, antara lain memperkuat stok cadangan pangan dan memberdayakan produk pertanian lokal.

“Kami tidak henti-hentinya melakukan rapat kordinasi lewat zoom meeting atau kordinasi internal dengan pemerintah kabupaten kota agar jangan sampai ada krisis pangan,” jelas Drs Budiyana seusai menjadi pembicara di program Berita Hari Ini Sultan TV, Rabu (21/10/2020).

Kondisi pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun, membuat pihaknya mengatur strategi. Untuk keterjangkauan pangan dan memudahkan masyarakat mendapatkan pangan yang dibutuhan, Budiyono menyebut,  pihaknya membuat pasar mitra tani yang memberikan kemudahan kepada masyarakat agar jangan sampai berangkat ke pasar untuk menghindari kerumunan karena rentan penyebaran Covid-19.

“Kami juga memberdayakan produk pertanian lokal jangan sampai keluar daerah. Selain itu memperkuat stok cadangan pangan. Kami khawatir kalau pandemi ini tidak kunjung selesai sampai akhir 2020, kita harus memiliki stok pangan yang mencukupi,” terang Budiyono.

Menurutnya, sampai bulan ini Banten memiliki stok 402 ton beras yang dititipkan ke Bulog. Stok ini akan terus bertambah karena kebijakan Gubernur Bante dalam rangka pemulihan ekonomi, dianggarkan harus punya 1.300 ton beras. Dari 402 ton beras yang sudah ada, masih kurang sekitar 900 ton lagi. “Sekarang dianggarkan 1.100 ton lagi. Mudah-mudahan mencukupi dan membuat stok pangan kita aman,” tutur Budiyono lagi.   

Mengantisipasi ancaman peningkatan penderita stunting pada masa pandemi karena penurunan daya beli masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten melakukan beragam kajian dan terus waspada apabila pandemi berjalan lebih lama. Berkordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten terus-terusan melakukan intervensi untuk mencegah stunting.

Ditanya apakah benar, pada masa pandemi ini mengancam tingkat stunting meningkat karena daya beli masyarakat yang menurun, Budiyono membenarkan.

“Betul, meskipun belum ada kajian ke arah itu. Kalau memang ini berjalan lama, Pemprov beserta pemerintah kabupatan dan kota tidak boleh lengah supaya ini bisa terhadi. Bappeda terus-terusan melakukan intervensi untuk mencegah stunting. Kami juga terus berkordinasi untuk tetap melakukan pemantauan,” imbuhnya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten memunculkan beragam solusi dan program untuk menekan angka stunting dan kekurangan gizi. Antara lain memberikan bantuan khusus kepada masyarakat, memberdayakan tim SKPD untuk mendeteksi juga mendorong kelompok petani agar tetap meningkatkan produksi pangan di daerah masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan gerakan ini akan tetap terpantau, supaya ketersediaan pangan untuk maasyarakat Banten bisa terjaga,” harap Budiyono.[sultantv]

(Visited 10 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.