Ubi rebus atau ubi jalar adalah jenis umbi-umbian yang memiliki rasa manis dan mudah diolah.
Ubi jalar biasanya berwarna oranye, tetapi ada juga warna lain seperti putih, merah, merah muda, dan ungu.
Anda bisa mengolah ubi jalar dengan dipanggang, dikukus, digoreng, atau yang paling mudah dan menyehatkan yaitu direbus.
Ubi rebus termasuk sumber karbohidrat yang baik bagi Anda yang sedang menjalani program menurunkan berat badan.
Anda mungkin jadi penasaran, memangnya ubi rebus mengandung berapa kalori?
Jumlah kalori ubi rebus cukup rendah dibandingkan dengan ubi yang digoreng, yakni sekitar 100 kkal untuk setiap 100 gr penyajian.
Tak hanya itu, kalori ubi rebus yang termasuk rendah ini juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.
Mengutip dari situs USDA Food Data Central, berikut kandungan zat gizi makro dan mikro dalam 100 gram ubi rebus.
- Karbohidrat: 19,5 g.
- Protein: 1,37 g.
- Serat: 5,2 g.
- Kalsium: 27 mg.
- Magnesium: 18 mg.
- Vitamin A: 15700 IU.
- Potasium: 230 mg.
Jumlah kalori ubi rebus ini tidak jauh berbeda dengan jumlah kalori ubi ungu rebus atau jenis ubi lainnya.
Manfaat ubi rebus
Ubi rebus tak hanya digemari karena rasa manis dan pengolahannya yang cukup mudah.
Di balik kalori ubi rebus yang rendah, berikut ini segudang manfaat ubi rebus untuk kesehatan.
1. Sumber karbohidrat untuk diet
Untuk mendukung keberhasilan program penurunan berat badan, Anda perlu bijak memilih sumber karbohidrat yang tepat.
Pasalnya, tubuh tetap memerlukan karbohidrat dalam jumlah yang cukup sesuai Angka Kebutuhan Gizi (AKG) untuk menjadi sumber energi utama.
Kabar baiknya, ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat kompleks dan serat tinggi yang dibutuhkan tubuh meskipun jumlah kalorinya cukup rendah.
Artinya, karbohidrat pada ubi rebus membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga tubuh bisa lebih lama mendapatkan pasokan energi.
2. Mendukung kesehatan pencernaan
Manfaat serat untuk kesehatan sudah jamak diketahui. Ubi jalar mengandung jenis serat larut dan tidak larut yang bermanfaat untuk kesehatan usus.
Serat larut, yang juga dikenal sebagai serat kental, berfungsi menyerap air dan melunakkan feses.
Di sisi lain, serat tidak larut berguna untuk membentuk massa feses dan mencegah sembelit.
Tak hanya itu, kandungan antioksidan dalam ubi jalar ungu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada usus, seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus.
Jenis bakteri pada usus ini dapat menjaga kesehatan usus mencegah sindrom iritasi usus besar (IBS) dan diare.
Mencegah kanker
Selain memiliki jumlah kalori yang rendah, ubi rebus juga bersifat antioksidan sehingga membantu melawan radikal bebas.
Radikal bebas, penyebab kerusakan sel, tidak dapat dihindari, tapi efek ini bisa dikurangi atau dicegah dengan mengonsumsi makanan sumber antioksidan.
Salah satu jenis ubi jalar yang memiliki sifat antioksidan paling tinggi adalah ubi ungu.
Antosianin pada ubi jalar ungu dapat memperlambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, termasuk pada kanker kandung kemih, usus besar, perut, dan payudara.[]
Sumber: hellosehat.com



