JAKARTA – Polisi menangkap petinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja di wilayah Lampung. Penangkapan dilakukan terkait konvoi khilafah yang terjadi di Cawang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Diketahui, konvoi pemotor dengan poster bertuliskan kebangkitan khilafah dan bendera dengan aksara Arab itu terjadi pada Minggu (29/5). Khilafatul Muslimin juga telah mengakui bahwa konvoi itu dilakukan oleh anggotanya.
Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.
“Benar ditangkap di Lampung. Penangkapan dipimpin langsung Dirkrimum PMJ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan, Selasa (7/6/2022).
Zulpan mengatakan penangkapan Abdul ini merupakan hasil penyelidikan oleh tim khusus yang dibentuk atas perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Saat ini, Abdul masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Setibanya di Jakarta, Abdul bakal diperiksa secara intensif.
Kendati demikian, Zulpan belum mau membeberkan soal status hukum Abdul dalam kasus ini. “Nanti kita jelaskan,” ujarnya.
Nama Khilafatul Muslimin mencuat usai melakukan konvoi ‘Kebangkitan Khilafah’ di wilayah Cawang, Jakarta Timur. Amir Khilafatul Muslimin DKI Jakarta Abudan mengatakan konvoi sudah dilakukan sejak 2018 lalu.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mengumpulkan bukti-bukti dugaan tindak pidana terorisme yang berkaitan dengan kelompok Khilafatul Muslimin.
Kepolisian menilai ormas ini memiliki latar belakang dan juga kedekatan dengan sejumlah organisasi teroris. Polisi juga menduga mereka berpotensi menimbulkan kejahatan tersebut.
Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta agar pemerintah daerah mewaspadai gerakan organisasi Khilafatul Muslimin. BNPT menilai organisasi itu berpotensi melahirkan terorisme.
“Karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme,” kata Direktur Pencegahan BNPT RI Ahmad Nuwakhid. []




