Tanggal 28 dan 30 Oktober Libur Panjang Cuti Bersama, Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2020) memutuskan tak akan membatalkan penetapan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 dan 30 Oktober. Ketetapan cuti itu membuat libur panjang selama lima hari hingga 1 November 2020.

Pada momen libur panjang Agustus lalu, seperti yang dikutip dari Tempo, pemerintah mencatat ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19. Maka, pada momen libur kali ini, pemerintah tak ingin kecolongan lagi dan melakukan sejumlah antisipasi. Ini alasan Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan Covid-19 saat libur panjang nanti. 

Sampai Minggu (18/10/2020), tercatat masih ada 4.105 kasus baru Covid-19. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 361.867, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Total pasien Covid-19 yang sembuh ada 285.324 sejak awal pandemi. Sementara angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 12.511 orang.

“Kita memiliki pengalaman kemarin, libur panjang 1,5 bulan lalu (akhir Agustus 2020), mungkin setelah itu terjadi kenaikan (kasus Covid-19) yang agak tinggi,” kata Jokowi.

Ia mengingatkan lonjakan kenaikan kasus Covid-19 saat musim libur panjang di akhir Agustus lalu jangan sampai terulang. 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau agar warga di zona merah tidak pergi berlibur atau ke luar kota. “Yang pertama bagi yang di daerahnya merah, daerahnya rawan penularan, kalau memang bisa tidak pulang dan tidak berlibur lebih baik mungkin mengisi waktu di tempat masing-masing,” ujarnya.

Namun bagi mereka yang tetap memilih untuk ke luar kota, Tito meminta mereka melakukan tes PCR. Tes tersebut untuk memastikan mereka bebas Covid-19 sehingga tak menyebabkan penularan meluas.

Tito juga meminta masyarakat yang berlibur untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. “Tolong juga protokol kesehatan, pasang masker, jaga jarak, cuci tangan, ini betul-betul harus diterapkan. Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata, karena itu, tempat-tempat wisata ini harus betul-betul dibicarakan oleh kepala daerah, dengan forkompimda, pengelola tempat wisata akan tidak terjadi kerumunan masif,” ujarnya.

Imbauan serupa juga disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Ia menyarankan agar masyarakat menghabiskan waktu liburannya dengan aman dan nyaman tanpa kerumunan.

“Artinya harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Hari libur sebelumnya sejumlah lokasi wisata menjadi ramai,” kata Doni.[sultantv]

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.