Budaya Unik di Balik Rambut Tanduk Suku Miao

Ada hal unik yang dilakukan wanita suku Miao, yang tinggal di Desa Suojia, Provinsi Guizhou, Tiongkok. Saat mengalami kerontokan atau memotong rambut, mereka tidak akan membuangkan, melainkan menyimpan helai rambut tersebut.

Rambut tersebut, dikutip dari Kejadian Aneh, akan dikumpulkan, disemir, dirawat dan ditenun hingga membentuk gulungan besar topi menyerupai tanduk. Nah, rambut tanduk itulah yang nantinya akan selalu dikenakan dalam acara-acara tertentu.

Disebutkan, rambut tanduk ini diturunkan dari nenek ke ibu, kemudian anak, cucu dan seterusnya sebagai garis keturunan leluhur wanita. Hiasan kepala milik beberapa orang diyakini sudah berumur ratusan tahun.

Menurut Shu Tu, seorang ahli Budaya Tiongkok, rambut tanduk merupakan lambang kehormatan keluarga. Mereka selalu menjaganya agar tetap mengkilat dan sehat. Dalam setiap acara besar seperti pernikahan hingga pesta adat mereka akan memakai rambut uni tersebut.

Setiap kali seorang wanita menyisir rambutnya dan ada rontok, maka ia akan mengumpulkan dan menyerahkan ke putrinya kelak saat menikah.

Zaman dulu sapi dianggap sebagi hewan suci bagi orang-orang di daerah pedesaan ini. Orang-orang Miao percaya bahwa segala sesuatu di alam memiliki kekuatan yang berkuasa untuk mengendalikan kehidupan mereka.

Ketika datang bencana dan musibah, mereka akan melakukan upacara pemanggilan roh nenek moyang untuk mengusir setan jahat yang menyebabkan kesialan. Dikatakan Shu Tu, bagi banyak orang sejarah mereka ada dalam buku-buku. Namun untuk suku Miao, sejarah mereka berada di atas kepala mereka.[]

(Visited 3 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.