Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar acara Webinar Landskap Keamanan Siber Tahun 2022 yang bertajuk “Cyber Security: An Urgent Call for The Heroes” dalam acara ini dihadiri oleh Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Dominggus Pakel, Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN Andi Yusuf, Ketua NAT-CSIRT Taufik Arianto, Kabid Kamsiber APJII Arry Abdi Syalman dan Kabid Kaminfo Pusintek Kemenkeu Edy Nuryanto.
Dalam kesempatannya, Taufik Arianto selaku Ketua NAT-CSIRT menjelaskan bahwa pada tahun 2022 BSSN berhasil mendeteksi adanya pergerakan anomail trafik pada perangkat keamanan siber sebanyak 976 juta.
“Dari bulan januari sampai dengan 31 desember 2022 kami mendeteksi sebanyak 976 juta anomali trafik yang terjadi di seluruh aset TIK yang berhasil kami deteksi melalui perangkat keamanan siber yang telah terpasang” Jelas Taufik dalam acara Webinar Landskap Keamanan Siber Tahun 2022, Selasa, (21/2/2023).
Masih dalam kesempatannya, Taufik mengungkapkan bahwa serangan anomali trafik yang terjadi pada tahun 2022 masih sama seperti serangan yang terjadi pada tahun 2021 dan MyloBot masih menjadi anomal yang mendominasi.
“Serangan anomali pada tahun 2022 sebetulnya masih sama yah seperti pada tahun 2021, seperti MyloBot dan MiningPool Malware masih sering muncul dan sudah berhasil kami deteksi pada seluruh anomali trafik.” Ungkap Taufik.
Lebih lanjut, Taufik juga menjelaskan bahwa pada tahun 2022 ada lebih dari 4 juta aktifitas APT (Advanced Persistent Threat) yang berhasil BSSN deteksi dan keluarkan dari aset-aset yang ada di Indonesia.
“Kita mengetahui bahwa aktifitas APT itu masih sangat tinggi, bahkan pada tahun 2022 kami berhasil mendeteksi dan mengeluarkan aktifitas APT sebanyak 4 juta lebih dari aset-aset Indonesia tentu ini menjadi PR bagi kami untuk terus memperbaiki sistem keamanan siber mengingat serangan APT ini sangat merugikan.” Jelas Taufik.
Selain itu, Taufik juga menambahkan bahwa pada tahun 2022 sebanyak 457 sistem elektronik telah melakukan ITSA (IT Security Assessment) dan dari kegiatan assessment ini BSSN mengidentifikasi adanya 1.950 celah keamanan pada aset-aset yang terdampak.
“Pada tahun 2022 BSSN telah melakukan ITSA pada 457 sistem elektronik dan mengidentifikasi bahwa terdapat 1.950 celah keamanan pada aset yang terdampak. Ada Top 5 celah keamanan pada sistem yang terdampak yaitu sistem yang menggunakan IDOR, SQL INJECTION, PRIVILEGE ESCALATION, BROKEN ACCESS CONTROL dan XSS” Ungkap Taufik.
Dalam acara ini juga Taufik mengungkapkan bahwa BSSN sudah bekerjasama dengan pihak lain untuk menyelesaikan beberapa serangan siber, danTaufik juga berharap untuk kedepannya BSSN dan stakeholder mampu meningkatkan penguatan sistem keamanan untuk mewujudkan ruang saiber yang lebih aman dan baik. (Al)





