Istilah brain rot semakin sering dibicarakan seiring tingginya konsumsi video pendek seperti TikTok dan Reels.
Kondisi ini terjadi ketika otak terbiasa pada rangsangan cepat, sehingga memengaruhi fokus, perilaku, hingga cara seseorang memproses informasi.
Berikut beberapa efeknya:
- Menurunkan rentang fokus
Otak jadi terbiasa dengan stimulasi cepat sehingga sulit berkonsentrasi pada aktivitas yang memerlukan perhatian lebih lama. - Memicu ketergantungan dopamin
Video pendek memberi rangsangan dopamin instan secara berulang, membuat otak terus mencari hiburan cepat dan mudah bosan pada aktivitas yang lebih lambat. - Mengubah pola konsumsi konten
Pengguna semakin memilih konten singkat, sehingga kemampuan memahami bacaan atau informasi mendalam bisa menurun. - Mengganggu pola tidur
Kebiasaan scrolling sebelum tidur menyebabkan otak tetap aktif dan overstimulated, mengurangi kualitas tidur. - Meningkatkan risiko distraksi kronis
Terlalu sering menonton video pendek membuat seseorang mudah terdistraksi bahkan saat tidak sedang memakai ponsel.
Untuk mencegah brain rot, batasi screen time, pilih konten yang lebih berkualitas, dan beri jeda aktivitas tanpa layar agar otak tetap sehat.
[Radika]





