Pertumbuhan penduduk yang di luar kendali, menjadi permasalahan baru yang harus diatasi. Keberadaan penduduk usia produktif yang melebihi porsi perlu diwaspadai, jangan sampai jumlahnya banyak namun tidak berkualitas.
Ini yang dijelaskan Riny Handayani, S.Si., M.Si, Ketua Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Provinsi Banten saat menjadi narasumber di program Bincang Hari Ini (BHI) di Sultan TV, Senin (14/12/2020). Indonesia termasuk negara yang mengalami bonus demografi dan ini harus diimbangi SDM berkualitas. Menurut Riny, bonus demografi ini seharusnya tidak memiliki sisi minus.
“Harusnya plus aja ya karena kalau bonus identik dengan kado. Karena memang mau tidak mau, siap tidak siap, kelebihan ini yangbl harus dimaksimalkan dan harusnya menjadi bonus. Tantangannya adalah bagaimana menyiapkan SDM yang produktivitasnya tinggi,” tutur akademi FISIP Untirta ini.
Cara menyikapi bonus demografi supaya bisa mendukung kemajuan negara, tegas Riny, harus diimbangi SDM berkualitas dan pembangunan manusia.
“Sekarang ini saya mengenalkan dan memfamilierkan pembangunan berwawasan kependudukan. Penduduk harus dijadikan subjek dan objek. Kalau subjek saja bisa terpinggirkan. Saat ini mulai fokus dijadikan subjek dan objek,” lanjutnya.
Riny menyebut, Korea Selatan termasuk berhasil melakukan bonus demografi. Kpop adalah salah satu indikator keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sampai go internasional.
“Piala dunia kemarin tiba-tiba Korsel masuk. Ini juga indikasi mereka berhasil menciptakan pemuda-pemuda yang bisa maksimal di bidang olahraga,” imbuh Riny.
Bonus demografi menurut Riny, bukan cuma jumlah angka penduduk usia produktif tapi juga cara menumbuhkan kesadaran di kalangan penduduk untuk produktif.
Permasalahan aging population juga menyangkut migrasi atau perpindahan penduduk bahkan mobilitas penduduk bisa menjadi isu strategis mempengaruhi bonus demografi. Bonus demografi akan terjadi lebih dahulu di wilayah yang lebih padat.
“Kita harus bergegas. Tidak selamanya oni bisa dinikmati. Karena pasti ada antiklimak,” tukasnya. (sultantv-01)





