Banyak penelitian membuktikan pola makan sehari-hari bisa memiliki dampak pada terjadinya penyakit kanker dalam tubuh. Ahli Gizi RSHS, Asep Ahmad Munawar mengungkapkan kalau proses terbentuknya kanker itu membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 15-25 tahun.
Mekanisme terjadinya kanker terdiri atas inisiasi, promosi, progresi, dan metastasis. Faktor yang menyebabkan risiko kanker adalah keturunan atau genetik, pola makan, pengaruh lingkungan (kebersihan, asap rokok, dan sebagainya), serta gaya hidup.
Untuk mencegah kanker melalui pola makan yang sehat dan bernutrisi, mengonsumi makanan yang banyak mengandung antioksidan baik bagi tubuh. Antioksidan terdapat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan, di mana di dalamnya mengandung zat yang mencegah proses oksidasi pemicu pertumbuhan sel tidak normal yang bisa menyebabkan kanker.
Makanan pemicu kanker biasanya mengandung karsinogenik, terutama dari penggunaan MSG atau penyedap rasa yang berlebihan, zat pengawet makanan, pengenyal makanan, pewarna makanan, serta konsumsi makanan yang diasap atau dibakar. Berikut makanan pemicu kanker yang patut dikurangi atau hindari:
- Gorengan. Kandungan tepungnya bisa menciptakan zat karsinogen bernama akrilamida jika dimasak dalam suhu tinggi, serta dapat merusak DNA dan kematian sel tubuh. Selain itu kebanyakan makan gorengan juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas.
- Daging merah. Jika diolah pada suhu tinggi dapat menciptakan zat karsinogen bernama heterocyclic amines yang bila dikonsumsi berlebihan dapat memicu berbagai penyakit kanker.
- Daging olahan, seperti sosis, kornet, dan dendeng. Proses pengolahan makanan dengan diawetkan, diasap, dikalengkan dapat menciptakan zat karsinogen, seperti zat N-nitroso atau polycyclic aromatic hydrocarbons yang jika dikonsumsi terus-menerus akan meningkatkan risiko kanker.
- Makanan ultra proses. Makanan olahan ekstra seperti minuman kaleng, pizza, roti kemasan, permen, dan sereal manis. Makanan ini aman dikonsumsi asal masih dalam batas wajar.
- Makanan terlalu matang atau gosong. Gosong pada makanan terutama daging-dagingan dapat menghasilkan zat karsinogen pemicu kanker.
Makanan-makanan tersebut tidak harus dihindari sepenuhnya secara ketat, mengatur porsi dan memperhatikan nutrisi yang seimbang juga perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat.
[Radika]





