Berjoget Blackpink Saat Wisuda, Rektor Universitas Dr Soetomo Terpukau

“Bapak Rektorpun tidak rela aku wisuda dan beliau terpukau dengan setiap detik pergerakanku.” Demikian ditulis Jabro melalui akun Twitternya. Setelah video Jabro menari How You Like That-nya Blackpink dan viral, Jabro menjadi pusat perhatian.

Akun Twitter Jabro yang berisi video saat ia menari Blackpink di hadapan wisudawan dan dosen Universitas Dr Soetomo, pada Sabtu (19/9) lalu sudah dilihat 2,5 juta kali. Dan dilove 99 ribu serta diretweet 41 ribu.

Jabro menari saat prosesi wisuda Universitas Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/9/2020) lalu bukan tanpa alasan. Sang rektor langsung yang memintanya.


“Ayo coba kita lihat dance-nya wisudawan lulus sarjana itu seperti apa,” kata sang rektor dalam video yang viral beberapa waktu ini.

Jabro  meminta izin pada sang rektor untuk melepas sementara masker, face shield, serta aksesoris wisudanya. Kemudian mulai melenggak-lenggok di area wisuda bahkan naik ke panggung.


Video dalam acara wisuda yang mengundang perhatian warganet dan menjadi viral setelah diunggah selebgram Dhanar Jabro Febiansah atau yang sempat viral dengan sapaan ‘Mbak Bulan’ ini melalui akun Twitter pribadinya @brojabrooo, Minggu (13/9/2020). Dan tentu saja ditanggapi beragam oleh warganet, baik positif maupun negatif.

Rektor Unitomo, Bahrul Amiq, telah mengonfirmasi kejadian dalam video tersebut. Alasan Amiq meminta Jabro tampil di hadapan wisudawan lain karena ingin ‘menghukum’ Jabro. Ia mengaku, pihaknya sempat terganggu dengan kritikan Jabro di akun Instagramnya, @brojabrooo, ketika pihak Unitomo berencana mengadakan wisuda di kampus. Yakni ‘loh biasanya wisuda di Gedung Dyandra, kok sekarang wisuda di kampus?’

“Terus dikomen netizen yang lain, ‘loh kan bagus bro masuknya di kampus, keluar di kampus,’ lalu dia jawab ’emang kalau kamu lahir di rumah sakit pengin matinya juga di rumah sakit?’ nah itu membuat saya tersinggung,” ungkap Amiq saat dihubungi Tribunnews.com melalui telepon, Senin (14/9/2020).

Oleh karena itu, Amiq melanjutkan, dirinya mencoba mencari sosok Jabro saat wisuda.

Menurut Amiq, Jabro kemudian dengan berani mengangkat tangan ketika ia mencarinya. Ia kemudian langsung meminta Jabro naik ke panggung untuk mempersembahkan penampilannya.

“Ternyata dia angkat tangan, lalu saya bilang, ‘kritikmu pedas tapi saya ikutin’. Akhirnya saya lakukan wisuda itu di Dyandra, yang di kampus saya batalkan, ‘terima kasih kritikmu, sekarang kamu saya hukum’ dan itu spontanitas di luar rundown,” jelas Amiq.

Amiq menambahkan, pada saat itu, Jabro langsung keluar dari barisan para wisudawan dan menuju ke panggung. Ia kemudian meminta Jabro menampilkan apapun yang bisa Jabro tampilkan.

Amiq pun mengaku kaget dengan penampilan Jabro saat wisuda. “Akhirnya bikin atraksi itu. Saya sendiri juga kaget kok kayak gitu,” ucapnya.

Menurut Amiq, setelah ia memperhatikan akun media sosial Jabro, ia menilai sebaiknya tak memandang penampilan Jabro dari satu sisi. Amiq mengaku, melihat kehebatan yang pantas diapresiasi dari sosok mahasiswa yang baru saja lulus sebagai sarjana Ilmu Komunikasi tersebut.

“Dia ini waktu kuliah di Unitomo, dia ini adalah karyawan mal, kemudian dia menyadari talenta yang dia miliki, akhirnya dia menjadi seperti itu. Sebetulnya ini ikhtiar dia untuk survive di kehidupan saat ini. “Dia bermetamorfosis dari pegawai di mal menjadi entertainer itu menurut saya, saya patut apresiasi,” sambungnya.

Amiq menyebutkan, pihaknya telah menyampaikan pesan pada Jabro untuk dapat mengembangkan konten-kontennya menjadi konten yang lebih edukatif.



“Saya pesankan pada saat akan wisuda, dia saya bilang ‘Bro, kamu sekarang udah sarjana, isi kontenmu dengan hal-hal yang lebih positif, lebih bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,’ itu saja pesan saya pada dia,” tutur Amiq.

Amiq menyampaikan, wisuda yang digelar Unitomo dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah peserta wisuda pun dibatasi. Semestinya kapasitas gedung 3.000 orang, hanya dipakai sekitar 500-600 orang.Wisudawan sekitar 300 orang, sisanya orangtua wisudawan. Wisuda Unitomo digelar secara offline berdasarkan hasil voting dari para mahasiswa.

“Saya lihat wisudawan sudah jenuh dengan pola daring, kemudian saya coba bikin angket kecil-kecilan, mana yang memilih daring, mana yang offline, ternyata wisudawan banyak yang memilih untuk ikut wisuda offline,” tuturnya.[sultantv]

(Visited 13 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.