More

    Beberapa Daerah Terapkan Rapid Test Antigen Sebagai Syarat Perjalanan

    Seiring lonjakan penderita Covid-19, pemerintah pusat kembali melakukan pengetatan mobilitas masyarakat. Mewajibkan hasil negatif rapid test antigen sebagai syarat perjalanan menjadi salah satu bentuk kebijakan yang diambil.

    Kebijakan ini pun ditindaklanjuti sejumlah daerah. Beberapa daerah mulai memperketat aturan perjalanan di wilayah masing-masing dan menerapkan sejumlah peraturan yang mendukung pemeriksaan menggunakan rapid test antigen.

    DKI Jakarta salah satunya. Melalui instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 64 Tahun 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan hasil rapid test antigen jika ingin keluar atau masuk DKI Jakarta. Tes Covid-19 itu menjadi syarat untuk keluar masuk ibu kota. Aturan tersebut berlaku mulai 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

    Dalam poin 15a Ingub Nomor 64/2020 disebutkan bahwa Kepala Dinas Perhubungan melakukan pengecekan Surat Keterangan hasil rapid test antigen terhadap pelaku perjalanan.

    Daerah lain yang menerapkan rapid tes antigen sebagai syarat masuk adalah Jawa Barat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 202/KPG.03.05/HUKHAM.

    Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa Pemprov Jabar mewajibkan pengunjung menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen atau PCR yang berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan bagi wisatawan yang ingin ke Jabar.

    Seperti Anies dan Ridwan Kamil, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mewajibkan seluruh pelaku perjalanan yang hendak memasuki wilayah DIY menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR.

    Hamengkubuwono X mengatakan, kebijakan itu harus diterapkan lantaran merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

    Daerah lain yang juga menerapkan rapid test antigen sebagai syarat perjalanan adalah Kota Malang. Daerah itu diketahui mewajibkan wisatawan yang hendak masuk ke Kota Malang menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR.

    Bali yang merupakan target wisata akhir tahun 2020 juga menerapkan kebijakan serupa. Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran yang mewajibkan seluruh pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Bali untuk menyertakan hasil negatif rapid test antigen atau PCR.

    Sedangkan Pemerintah Jawa Tengah dan Kota Solo juga mewajibkan hasil negatif rapid test antigen bagi pelaku perjalanan, baik yang menggunakan kereta, pesawat, atau kendaraan pribadi.

    Pihak lain yang menerapkan hasil negatif rapid test antigen sebagai syarat perjalanan adalah PT Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura. Pemerintah telah menetapkan harga maksimal rapid test antigen berkisar dari Rp250 di Pulau Jawa dan 275 ribu di luar Jawa.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, aturan itu diberlakukan untuk mengendalikan kasus Covid-19 di Jakarta maupun luar daerah. Sebab, saat ini kasus Covid-19 di Jakarta cukup tinggi. Jika tidak diperketat, Pemprov DKI khawatir angka kasus akan meningkat. Apalagi, tak lama lagi bakal ada libur Natal dan tahun baru. “Semuanya wajib menyertakan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen,” tegas Syafrin seperti dikutip dari jawapos.com.

    Syafrin menyebutkan, aturan tersebut berlaku untuk penumpang semua moda transportasi. Mulai angkutan udara, laut, dan darat.

    Dia menyebutkan, kebijakan itu dibagi menjadi dua periode. Periode pertama adalah 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. Pada periode tersebut, aturan tersebut berlaku untuk angkutan darat, kereta, dan pesawat. Untuk angkutan laut diberlakukan mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2021.

    ”Pemberlakuannya sesuai dengan masa angkutan Natal dan tahun baru,” terangnya.

    Lebih lanjut, Syafrin menjelaskan bahwa kewajiban menunjukkan hasil rapid test antigen itu tidak berlaku bagi penumpang kendaraan pribadi. “Hanya bagi calon penumpang angkutan umum,” terangnya. (sultantv-01)

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,600PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru