Bantuan Kuota Internet Siswa Dibatalkan, Ini Alasannya

Pemerintah Provinsi Banten membatalkan rencana pemberian bantuan kuota internet bagi siswa. Program ini diperuntukkan membantu belajar daring atau jarak jauh bagi siswa SMA/SMK se Banten selama pandemik Covid-19.

Sebanyak Rp11 miliar awalnya dianggarkan untuk bantuan kuota internet siswa. Dana ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 untuk kuota siswa.

Rina Dewiyanti, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, mengatakan, ada alasan khusus program ini dibatalkan. Menurutnya, usulan bantuan pulsa internet dinilai tidak memenuhi syarat (eligible) oleh pemerintah pusat.

“Pada awalnya kita ajukan anggaran untuk bantuan siswa berupa pulsa dalam rangka turut menunjang dan meringankan beban orangtua murid dalam proses pembelajaran sistem daring. Namun setelah dilakukan verifikasi oleh Tim SMI, pembelanjaan tersebut tidak termasuk yang memenuhi syarat,” ungkap Rina saat dihubungi Sultan TV, Rabu (16/9).

Bantuan kuota internet oleh Pemprov Banten ini rencananya dianggarkan melalui mekanisme dana utang dari pemerintah pusat. Namun, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku BUMN Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memberikan pinjaman tidak menyetujui, jika bantuan dana itu digunakan untuk membeli kuota internet siswa SMA/SMK. [sultantv]

(Visited 3 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.