Dinas Pariwisata Bali mencatatkan bahwa hanya ada 45 wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali sepanjang tahun 2021.
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Bali, Gunandika, membenarkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara pada tahun 2021 sangat rendah.
“Tahun ini kami baru menerima total 45 wisatawan mancanegara yang datang melalui Pelabuhan Benoa dengan kapal pesiar. Dan ini yang terburuk dalam sejarah kita,” kata Gunandika, pada Senin (13/12/2021).
Ia menjelaskan, jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun 2020 ketika 1.050.504 pengunjung internasional tiba di Bali.
“Meskipun kami menerima lebih dari 1 juta pengunjung internasional pada tahun 2020, itu masih belum seberapa dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi Covid-19, ketika kami menerima 6.275.210 pengunjung pada tahun 2019,” tambah Gunandika.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, sebelumnya meminta warga Bali untuk bersabar menunggu situasi membaik sebelum membuka kembali perbatasan dengan pembatasan yang lebih sedikit bagi wisatawan internasional.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan, sektor pariwisata Bali sudah kehilangan harapan. Sehingga, ia berharap pemerintah mulai menerapkan kebijakan yang lebih baik untuk menghidupkan kembali perekonomian.
Ia juga kecewa dengan kebijakan pemerintah yang terus berubah sehingga membingungkan banyak pihak. Hal ini menyebabkan banyaknya pembatalan acara karena pembatasan yang akan diterapkan selama musim liburan mendatang.
“Saya diberitahu bahwa ribuan acara kecil dibatalkan musim liburan ini, jadi saya mengusulkan pemerintah untuk mengizinkan kami menyelenggarakan perayaan Natal dan Tahun Baru di area terbuka. Hal ini dapat dilakukan dengan protokol pencegahan yang ketat, seperti keterbatasan kapasitas dan persyaratan rapid antigen test untuk semua tamu,” pungkas Adnyana.




