SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diminta jangan berbangga diri menyampaikan bahwa Banten bisa melakukan swasembada beras ke daerah lain.
Faktanya saat ini harga beras di Provinsi Banten mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi, bahkan di beberapa retail beras premium menghilang sejak awal Februari.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Yoyon Suhada mengatakan agar Pemprov Banten jag koar-koar menyampaikan bahwa bisa melakukan swasembada beras ke daerah lain.
“Dengan kondisi sekarang jangan bangga kemarin-kemarin menyampaikan bahwa kita bisa melakukan Swasembada beras ke daerah lain, akan tetapi sekarang sampai langka di toko-toko,” katanya, Selasa (21/2).
Ia juga mengatakan pemerintah harus mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras dan kenaikan harga beras di Provinsi Banten.
“Pemerintah harus bisa mengantisipasi terkait dengan kelangkaan beras dan kenaikan harga beras,” ujarnya.
Ia mengatakan kelangkaan beras diakibatkan ketika panen masyarakat menjual beras ke bulog, ketika paceklik masyarakat menjadi target pemasaran dari bulog lagi.
“Kelangkaan beras ini diakibatkan oleh ketika panen nah masyarakat ini Taruhlah ada yang menjual ke Bulog ketika paceklik masyarakat ini target sasarannya belinya ke bulog lagi,” tuturnya.
“Makanya saya katakan beberapa minggu kemarin saya nganter masyarakat beli ke pulau melalui gudang bulog melalui bulog yang ada di Kabupaten Lebak alhamdulillah lancar,” sambungnya.
Lanjutnya, stok beras bulog untuk di wilayah Pandeglang dan lebak masih aman. akan tetapi pihaknya belum melakukan pemantauan harga untuk di wilayah lain seperti Serang Raya dan Tangerang raya.
“Tapi kalau yang namanya di Bulog stoknya tidak ada saya belum cek kembali karena masyarakat masih mendapat penyaluran beras hasil penebusan mereka ke gudang Bulog artinya gudang Bulog Pandeglang Lebak masih standby melayani masyarakat,” ujarnya.
“Sampai hari kemarin masih menyalurkan ke Cibaliung ke Cimanggu itu Bulog kab lebak tapi kalau Serang dan Tangerang Raya kita belum melakukan pengecekan,” pungkasnya. (Fik)




