SERANG – Satuan Tugas (Satgas) Polri telah melaksanakan kegiatan sosialisasi anti korupsi yang ditujukan kepada para kepala sekolah SMA, SMK, dan sekolah khusus negeri di Aula Inspektorat Provinsi Banten, Selasa (22/8).
Kegiatan ini, merupakan inisiatif dari Inspektorat dan bertujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter bangsa, termasuk anak didik, serta memperbaiki tata kelola dan pengelolaan anggaran di sekolah-sekolah.
Plt Seketaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan sekolah merupakan bahwa sekolah merupakan tempat pendidikan karakter bangsa termasuk anak didik.
Selain itu, sekolah juga merupakan lembaga yang mengelola anggaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajat.
“Sekolah juga menjadi lembaga yang juga mengelola anggaran juga dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar,” katanya kepada wartawan.
Ia juga mengatakan kepala sekolah harus memberikan pelajaran dan teladan bagi peserta.
“Juga dicerminkan dari bagaimana juga sekolah itu membangun tata kelola terkait dengan pelaksanaan anggaran yang ada di sekolah ini dengan baik,” ujarnya.
“Ya benar-benar tujukan dalam rangka mempertinggi manfaat adanya anggaran di sana untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Hal itu, perlu diingatkan terus agar tidak terjadi penyala gunaan anggaran yang dialokasikan di sekolah.
“Hal ini perlu kita ingatkan terus ya jangan sampai nanti terjadi penyalahgunaan terkait dengan anggaran-anggaran yang dialokasikan di sekolah,” tuturnya.
Ia juga mengharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut dapat memantapkan kinerja sekolah agar memiliki kualitas lebih baik.
“Mudahan dengan sosialisasi ini semakin memantapkan langkah dan kinerja sekolah-sekolah kita supaya bisa lebih berkualitas lagi ya,” katanya.
“Di samping juga punya tugas pokok fungsi mendidik di mana proses belajar mengajar juga menjadi semakin baik ya karena disupport dengan anggaran yang dipergunakan sesuai dengan tujuan utamanya,” sambungnya.
Ia juga mengatakan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat langkah dan kinerja sekolah-sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan dukungan anggaran yang digunakan secara efektif, proses belajar mengajar di sekolah diharapkan semakin baik.
“Kami kan menitipkan ya karena anggaran itu dilaksanakan oleh dinas pendidikan dan seluruh jajarannya ya sekolah-sekolah juga kan nah kita berharap mudah-mudahan dengan anggaran tersebut anggaran tersebut tidak disalahgunakan lah itu seperti itu atensi kami,” katanya.
“Sehingga harapan kita dengan alokasi anggaran yang besar ini tentunya bisa benar-benar dilaksanakan amanahnya oleh seluruh kepala sekolah dalam rangka mempertinggi apa kualitas baik itu dari sisi apa tata kelola manajemen di lingkungan sekolahnya dan mereka mendukung proses belajar mengajar di lingkungan sekolahnya masing-masing,” sambungnya.
Sementara itu, Satgasus Polri Yudi Purnomo mengatakan korupsi terjadi karena karena banyak yang terlibat dan semua merasa paling berjasa seperti hujan tidak merata.
“Pertama Hujan tidak merata, mau ngomong semua. Jadi semua berjasa dalam korupsi gitu,” katanya.
Ia juga mengatakan korupsi dapat terungkap jika ada yang tidak mendapatkan bagian, yang mana akhirnya yang tidak mendapatkan bagian akan melapor.
“Semua merasa paling berjasa, akhirnya ga mau dibagi rata pada berantem, dilaporkan, ditangkap,” katanya.
“Ada TU terlibat, kepsek dulu cuma administrasi,” ujarnya.[Fik]



