SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten/Kota menyusun respon bencana banjir dengan tujuan untuk mitigasi bencana.
Salah satu upaya mitigasi yang dianggap paling penting adalah persiapan individu dan kesadaran masyarakat. Beberapa desa telah melaksanakan program siaga bencana yang diinisiasi oleh Dinas Sosial setempat.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk banjir. Dalam program siaga bencana, diadakan pelatihan evakuasi dan penyiapan dapur umum.
“Jadi tujuannya agar kita bisa prepare mitigasi ketika bencana sudah terjadi kita sudah tau berbuat apa,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten Asep Mulya kepada wartawan di Kantor BPBD Banten, Selasa (22/8).
Ia juga mengatakan untuk tingkat Provinsi pihaknya sedang mengumpulkan dan menyusun dokumen.
“Sehingga ketika renkon kab kota tidak sudah ada atau berjalan provinsi bantu turun,” katanya.
Ia juga mengatakan untuk wilayah yang berpotensi diterpa banjir di bantaran sungai dan muara.
“Bantaran sungai, mungkin muara ada 14 potensi-potensinya banjir dan tsunami difokuskan,” ujarnya.
“Daerah bantaran sungai rentan, tadi juga kita juga undang BBWSC3 dan hilir di tangerang utara dan mungkin daerah pemukiman atau di daerah pantai,” sambungnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Fitron Nurihsan mengatakan rencana konsinyasi penting untuk disusun dan disosialisasikan agar masyarakat siap.
“Karena sifat konsinyasi bencana dibutuhkan untuk menganalisis dan persiapan sebuah bencana dengan asumsi bencana itu bisa saja terjadi bisa tidak bencana bisa jadi besar bisa jadi kecil cara pandangnya,” katanya.
“Ini penting banget, kita kadang-kadang memutuskan sesuatu bencana saat sudah terjadi itu disaat kritis ga sistematis,” sambungnya.
Menurutnya menghindari terjadinya bencana tidak dapat. Akan tetapi, dapat menghindari resiko yang diakibatkan bencana seperti korban jiwa dan materi.
“Kalo menghindari bencana kan ga bisa kalo menghindari resikonya, korban jiwa korban materi harus dilakukan dan itu sangat penting dan ini penting untuk dilakukan,” ujarnya.[Fik]





