Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang menggelar webinar Milenial Bersuara dengan tema ‘Kaum Milenial dan Pemilih Rasional,’ pada Sabtu (11/12/2021).
Webinar tersebut menghadirkan narasumber, di antaranya Pengamat Politik dan Kebijakan Publik sekaligus Peneliti LIPI Universitas Indonesia, Prof. Dr. Lili Romli, dan Peneliti Lembaga Survey Populi Center sekaligus Dosen FISIP Universitas Serang Raya (UNSERA), Usep S. Achyar.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Lili Romli mengatakan bahwa generasi milenial merupakan pemilih penentu dalam Pemilu 2024. Sehingga, masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan generasi milenial.
Lili menyebut saat ini isu yang tengah berkembang adalah terkait demokrasi yang mengalami kemunduruan (regres). Oleh karenanya, sikap kritis generasi milenial harus terus dipertahankan.
“Sikap kritis generasi milenial harus terus dipertahankan. Mengontrol agar demokrasi ini tidak boleh mengalami kemunduran,” ujarnya.
Lili menambahkan, generasi milenial harus tampil ke depan untuk memberikan pendidikan politik. Serta, menunjukkan sikap bahwa pemilih milenial merupakan pemilih yang rasional.
Ia menilai, generasi milenial adalah pemilih yang rasional. Generasi yang benar-benar memperhitungkan segala hal, bukan generasi pengekor. Generasi yang memiliki penilaian-penilaian sendiri terhadap situasi kondisi politik yang terjadi.
Usep Achyar menuturkan bahwa generasi milenial lahir pasca tekanan politik otoriter Orde Baru. Sehingga memiliki prilaku yang berbeda antara generasi lainnya.
“Nah, kalau kita [generasi X] karakternya skeptis itu karena memang ditekan terus di zaman Orde Baru. Sehingga kita skeptis dengan segala apa yang datang dari pemerintah,” imbuhnya.
Usep menambahkan, Pemilu 2024 mendatang akan didominasi oleh Generasi Y (milenial) dan Generasi Z. Sehingga perlu menjadi perhatian khusus oleh orang-orang yang terjun di dunia politik.
“Makanya, siap-siap orang politik ini, harus merubah cara berpolitiknya, harus merubah cara berkampanye, harus merubah perilaku politiknya, dan lain sebagainya, agar dipilih sama kelompok milenial ini dan kelompok generasi Z, gitu,” kata Usep.



