More

    94 Ribu Vaksin PMK Tiba, Al Muktabar : Kita Prioritaskan ke Sentra Wabah

    JAKARTA – Sebanyak 94 ribu vaksin untuk hewan ternak demi mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, vaksin ini akan diprioritaskan vaksin untuk sentra ternak yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran PMK.

    “Mudah-mudahan kita mendapat prioritas seperti yang dialokasikan oleh Kementerian Pertanian. Prioritas kita untuk ke sentra-sentra yang sangat percepatan infeksinya tinggi,” ujar Muktabar di Bandara Soetta, Senin (4/7/2022).

    Muktabar menyebut Banten sudah menerima 1.100 dosis vaksin PMK. Menurutnya, 1.100 vaksin yang diajukannya untuk penanganan lanjutan terhadap hewan ternak di Banten yang terjangkit PMK.

    “Penanganan yang dilakukan khusus bagi ternak kita yang diprioritaskan adalah sapi perah, sapi-sapi yang dalam pengembangannya masih baik sebagai langkah kita antisipasi dengan langkah vaksinasi ini pada sapi-sapi itu. Sehingga dia tidak menginfeksikan kepada yang lain dan mudah-mudahan bisa sembuh,” tuturnya.

    Al mengatakan, di provinsi Banten ada 2.050 hewan ternak di wilayahnya yang terkena PMK dan itu tersebar dari berbagai daerah.

    “Sampai saat ini ada 2.050 hewan ternak terinfeksi PMK. Makanya ini kita prioritaskan vaksin untuk sapi perah dan sapi potong,” papar Al Muktabar.

    Dari jumlan ribuan hewan ternak terkena PMK, diakuinya Kota Tangerang jadi wilayah penyumbang terbanyak kasus PMK di Banten. Al Muktabar mengatakan, total ada sekira 800 hewan ternak di Kota Tangerang yang terinfeksi PMK.

    Jadi kota perlintasan distribusi hewan ternak terlebih mendekati hari raya Idul Adha 1443 H diduga kuat menjadi alasan membludaknya angka PMK di sana.

    “Kemarin ada peningkatan yang cukup tinggi, khususnya berkembang di Kota Tangerang. Tapi biasanya itu bagian dari lalu lintas sapi dari tata olah dagang. Dan sampai hari ini yang banyak di Kota Tangerang ada 800-an untuk kawasan Banten dari 2.050 totalnya (PMK),” tuturnya.

    Dia mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Menurutnya, penyakit pada hewan ini tidak berefek kepada manusia.

    “Tentu harus diolah secara baik dan benar. Tingkat kesembuhan dari perkembangan yang ada sudah mencapai 42 persen. Jadi cukup tinggi. Mudah-mudahan ini aman,” ujarnya.

    Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soetta, Finari Manan, mengatakan vaksin PMK merupakan tahap ketiga yang tiba di Indonesia. Menurutnya, saat ini total sudah ada 3.104.000 dosis vaksin PMK yang tiba di Indonesia.

    “Jadi vaksin yang pertama pada 12 Juni sebesar 10.000 dosis. Kemudian pada 16 Juni sebanyak 3 juta dosis dan kemarin pada 3 Juli itu sebanyak 94.000 dosis jadi totalnya ada 3.194.000 dosis yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia melalui Kementerian Pertanian,” ujarnya.

    Finari menyebut vaksin PMK ini akan dibawa ke gudang di Marunda lebih dulu. Dia menyebut vaksin ini berada di bawah pengawasan Kementerian Pertanian.

    “Jadi semua distribusi yang ditujukan ke seluruh Indonesia itu melalui gudang Marunda dan distribusinya sampai saat ini akan diatur oleh Kementerian Pertanian,” jelasnya. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru