5 Fakta Tentang Sendawa yang Menggambarkan Kondisi Kesehatan Kamu

Setiap orang tentu pernah bersendawa. Namun jika Anda sering bersendawa atau sendawa Anda sangat bau, apakah mungkin Anda memiliki  masalah kesehatan? Menurut Rebecca Tsang, MD, MPH, seorang Gastroenterologist di NorthShore University Healthy System di Evanston, Illinois, bersendawa sebetulnya adalah gejala yang sangat tidak berbahaya. Namun terkadang mengganggu dan berpotensi membuat Anda malu jika ini terjadi di depan umum. Dan berikut adalah beberapa fakta tentang sendawa yang perlu Anda ketahui.

Anda Baru Saja Makan Besar

Makan besar bisa menjadi salah satu penyebab gangguan pencernaan, termasuk sendawa yang berlebihan. Orang dewasa normalnya dapat dengan nyaman mengonsumsi 1–1,5 liter makanan dan cairan dalam asupan mereka. Bila Anda menambah porsi, perut Anda akan mengembang untuk mengakomodasi makanan tersebut.

Dan kebanyakan orang dewasa, kapasitas maksimumnya adalah 3–4 liter. Menurut Dr. Tsang, ketika Anda makan lebih banyak, Anda akan meningkatkan tekanan pada perut. Gas dalam perut pun tidak memiliki tempat untuk pergi, tetapi naik ke kerongkongan dan kemudian keluar dari mulut Anda.

Cara Anda Makan Terlalu Cepat

Adalah normal untuk menelan udara saat Anda sedang makan. Fakta tentang sendawa selanjutnya adalah bahwa bila Anda makan terlalu cepat, atau makan dan mengobrol di saat bersamaan, Anda pun dapat menelan lebih banyak udara dari biasanya. Menurut Michelle Honda, PhD, seorang dokter holistik di Ontario serta penulis dari buku Reserve Gut Diseases Naturally, hal ini pun ternyata dapat menyebabkan Anda banyak bersendawa. Makan lebih lambat diketahui dapat mengurangi masalah sendawa.

Anda Makan Sayuran Tertentu

kebiasaan makan

Makanan, bahkan jenis makanan sehat nyatanya juga dapat menghasilkan gas. Gula tertentu, pati, dan makanan serat pun akan membuat Anda banyak bersendawa. Tentu saja, fakta tentang sendawa ini mengejutkan bagi Anda, bukan? Bau sendawa Anda bisa sangat busuk, terutama bila Anda mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa sulfur, seperti bawang merah dan brokoli. Termasuk juga telur, daging, ikan, dan bawan putih.

Menurut Honda, jenis makanan tersebut dapat membuat sendawa Anda seperti bau telur busuk. Biarpun bau ini tidak berbahaya, namun jika bersendawa berlebihan dapat menjadi sinyal terjadi masalah pencernaan. Sebagai contoh, orang yang intoleran terhadap laktosa memiliki masalah untuk mencerna laktosa. Dan laktosa yang tidak dapat dicerna ini kemudian bergerak langsung ke usus besar, di mana bakteri berada hingga kemudian menghasilkan gas yang menyebabkan sendawa, kentut, dan kembung.

Anda Memiliki Masalah IBS

Bila Anda bersendawa yang dibarengi dengan gejala lain seperti perut kembung, nyeri perut, dan sembelit atau diare (atau keduanya), bisa jadi itu adalah masalah IBS atau irritable bowel syndrome. Gangguan kronis ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria, dan seringkali dikait-kaitkan dengan perlunya untuk sering mengeluarkan gas.

Namun, hasil studi yang dipublikasikan secara online dalam Journal of Neurogastroenterology and Motility menemukan bahwa sendawa berulang juga merupakan gejala yang sering terjadi. Untuk lebih jelasnya lagi, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika gejala tersebut terus berlangsung. Bisa jadi, dokter akan menyarankan Anda untuk mengubah pola makan, pengobatan atau terapi yang dapat membantu.

Anda Menyukai Minuman Berbusa

Benarkah Kebiasaan Minum Diet Soda Dikaitkan Dengan Dementia?

Fakta tentang sendawa selanjutnya berkaitan dengan minuman berbusa. Bila Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berbusa, Anda mungkin akan sering bersendawa karena minuman bersoda tersebut. Menurut Honda, hal ini disebabkan karena jenis minuman berbusa tersebut mengandung karbondioksida, gas tak berwarna yang aman dicerna namun dapat membuat Anda terus-menerus bersendawa.[]

 

 

(Sumber: https://magazine.job-like.com)

(Visited 16 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.