CILEGON – Tahun ini Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon akan memberangkatkan jamaah haji sebanyak 409 orang dengan rincian laki-laki 186 dan perempuan 223.
Sedangkan untuk jumlah cadangan sebanyak 96 orang dengan rincian 76 orang siap untuk berangkat, 7 orang tidak ada konfirmasi, dan 13 orang tidak bersedia sebagai cadangan.
Sebelum pemberangkatan, para jamaah haji harus mengikuti kegiatan manasik haji ini diselenggarakan selama dua hari mulai 24 sampai 25 mei 2022.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemenag Kota Cilegon untuk memberikan bimbingan manasik haji kepada calon jamaah haji kota Cilegon.
“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya khususnya untuk Kantor Kementerian Agama kota Cilegon dan jajaranya atas prakarsa dan upayanya dalam menyelenggarakan bimbingan manasik haji tingkat Kota Cilegon,” terang Helldy, Selasa (24/5) di aula Kominfo.
Helldy berharap, semoga kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai modal bagi calon jamaah haji Kota Cilegon agar menjadi haji yang mabrur.
“Saya sangat meyakini bahwa diberangkatkan haji di tahun ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi calon jamaah haji Kota Cilegon, sebab sudah dua tahun tidak ada pemberangkatan haji dikarenakan adanya pandemi covid-19,” sambungnya.
Lebih lanjut, Helldy mengatakan, bimbingan manasik haji ini merupakan suatu hal yang harus diikuti oleh calon jama’ah haji.
“Manasik haji ini sangat penting untuk diikuti oleh para calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci makkah, karena manasik haji ini dapat memberikan pengetahuan yang sangat berharga tentang cara pelaksanaan dan syariat serta rukun haji,” ujarnya.
Kata dia, adanya manasik haji ini juga dapat mendorong kemandirian bagi calon jamaah haji. Sehingga diharapkan rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan sempurna.
Helldy mengimbau kepada calon jamaah haji Kota Cilegon untuk selalu menjaga kesehatan.
“Ibadah haji membutuhkan fisik yang baik oleh karena itu saya sangat menghimbau kepada calon jamaah untuk selalu menjaga kesehatan agar supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak kita diinginkan,” tuturnya.
Helldy juga berpesan untuk tidak takabur dalam menjalankan ibadah haji.
“Kita harus ikhlas dalam menjalankan ibadah haji jangan takabur, sebab terdapat banyak pengalaman-pengalaman yang tidak diinginkan dapat terjadi di tanah suci jadi intinya kita harus ikhlas menjalankan ibadah haji ini karena Allah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Lukman Hakim mengatakan, Kemenag Cilegon hanya sebagai koordinator dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Kami selaku Kepala Kantor Kemenag kota Cilegon berkewajiban mengundang Imigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah sebab kementrian agama hanya sebagai koordinator dalam pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan Undang-Undang No 8 Tahun 2019,” ujarnya.
Lukman menuturkan, jika tujuan adanya bimbingan manasik haji ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pemahaman tentang tata cara dan ketentuan untuk menjadi haji yang mabrur.
“Ibadah haji ini merupakan tugas nasional yang mengacu pada Undang – Undang No 8 Tahun 2019 Tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Sedangkan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman kepada para calon jamaah haji tentang tata cara dan ketentuan yang harus dilakukan dalam proses pelaksanaan ibadah haji sehingga jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan mandiri dan khusyu yang diharapkan dapat menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (mam)





