Kabar baik bagi para penggemar waralaba Night at the Museum. 20th Century Studios secara resmi mengumumkan rencana menghidupkan kembali salah satu seri film fantasi komedi yang paling ikonik ini. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh rumah produksi 21 Laps.
Dalam laporan terbaru, penulis skenario Tripper Clancy dipercaya untuk menulis naskah film baru ini. Clancy dikenal melalui karyanya pada film Stuber dan serial Die Hart. Namun, ada hal penting yang harus diketahui para penggemar: film ini tidak akan menampilkan kembali karakter lama seperti Larry Daley yang diperankan oleh Ben Stiller. Sebagai gantinya, cerita dan tokoh-tokoh yang dihadirkan merupakan sosok-sosok baru, meski tetap berlatar di museum yang sama. Hal ini tentu memunculkan tanda tanya, apakah film ini mampu menghadirkan keajaiban dan kelucuan layaknya pendahulunya?
Bagi yang belum familiar, trilogi Night at the Museum terdiri dari tiga film yang dirilis antara tahun 2006 hingga 2014. Keseluruhan film tersebut berhasil meraih pendapatan lebih dari 1,3 miliar dolar Amerika secara global. Meskipun mendapat beragam ulasan dari kritikus, film ini terbukti sukses secara komersial dan membangun basis penggemar yang solid.
Sebelumnya, Disney sempat mencoba menghidupkan kembali waralaba ini lewat film animasi Kahmunrah Rises Again pada tahun 2022. Namun, karena tidak dirilis di bioskop dan tanpa kehadiran pemeran asli, film animasi tersebut kurang mendapat sambutan hangat dari penonton. Kini, dengan pendekatan live-action, 20th Century Studios tampak bertekad membawa suasana film baru ini lebih dekat dengan trilogi orisinal.
Shawn Levy, yang menyutradarai ketiga film Night at the Museum, akan kembali berperan sebagai produser bersama Dan Levine melalui 21 Laps. Meski demikian, kemungkinan besar Levy tidak akan menjadi sutradara dalam proyek ini karena kesibukannya dengan produksi besar lain seperti Stranger Things dan film Star Wars: Starfighter yang akan datang.




