Wujud Cinta Sang Suami untuk Nita Sulastri di Arena Goalball Asian Para Games

Nita Sulastri, atlet putri goalball Indonesia di Asian Para Games 2018, keluar dari arena pertandingan dengan wajah lesu setelah takluk dari Iran pada babak penyisihan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/10/2018). Kekecewaan itu bisa dipahami karena tim Indonesia kalah telah 0-10.

Tapi, wajah Nita berubah cerah ketika sang suami menghampiri sembari mengucapkan selamat. “Selamat ya sayang, pertandingan sudah selesai. Saya bangga kamu sudah membela Indonesia meski belum bisa memberi hasil maksimal,” kata suami Nita, Wahid Dudin Nurul Mukminin, dilansir Bola.com.

Beberapa volunteer dan media yang melihat lantas mendekatkan mereka karena tak bisa saling melihat. Nita dan Wahid berpelukan erat. Media ramai meminta Wahid merangkul mesra Nita untuk diabadikan gambarnya.

Sang suami datang dari Bandung untuk memberi dukungan bagi sang istri pada hari terakhir pertandingan babak penyisihan. Menurut Nita, lawan mereka, tim Iran, yang akhirnya lolos ke semifinal memang sangat tangguh.

Meski begitu, Nita yang sudah empat tahun menikah dengan Wahid dan dikaruniai seorang putri (Linda Nurul Akifah) mengaku sangat bangga bisa ikut membela tim Indonesia di Asian Para Games 2018.

“Saya ini kan aslinya atlet atletik, lompat jauh di Bandung tapi juga dapat tambahan goalball. Maret lalu ditarik ikut pelatnas goalball di Solo. Saya senang sekali karena akan membela nama Indonesia, meski harus berjauhan dari suami dan anak.

Ini kebanggaan buat saya dan keluarga karena saya ini hanya atlet daerah,” cerita Nita, atlet goalball putri Indonesia yang mulai berpacaran dengan suaminya sejak masih di sekolah tingkatan SMP pada Sekolah Luar Biasa Wyata Guna, di Bandung.

Sejak mulai berpacaran dengan sang suami, Nita mengaku langsung merasa Wahid akan menjadi jodohnya. Meski ia tak tahu bagaimana wajah sang suami, Nita yakin wajah keduanya mirip sehingga pasti berjodoh.

“Alhamdulilah dia suami yang baik. Lihat saja, rela jauh-jauh dari Bandung memberi dukungan pada saya, saya tahu, ia sudah memprediksi kami akan kalah melawan Jepang juga Iran dari banyak cerita orang dan perasaanya. Tapi, ia tak peduli dan tetap datang karena ingin membahagiakan saya. Ya, begitulah cinta,” cerita Nita. []

(Visited 19 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.