Wow! Inilah 10 Tradisi Pernihakan Paling Unik Di Indonesia

Menjadi negeri yang kaya akan budaya, membuat Indonesia tidak hanya memiliki tradisi pernikahan dengan biaya yang bervariasi, tetapi juga unik! Mulai dari sesi pra-nikah seperti tunangan atau lamaran, hingga acara pernikahannya itu sendiri.  Keunikan-keunikan itu sepertinya tidak cukup untuk dibahas dalam satu bacaaan saja, tapi kami coba merangkum beberapa tradisi pernikahan yang paling unik di Indonesia.

Tradisi Bajapuik

Berbeda dengan proses lamaran pada umumnya, dalam adat Minagkabau, pihak mempelai perempuan yang meminang laki-laki! Calon pengantin perempuan Minang mengunjungi keluarga calon pengantin laki-laki, lalu keluarga kedua pihak bertukar buah tangan sebagai simbol pengikat kedua mempelai.

Tradisi larangan ke toilet

Suku tidung memiliki tradisi yang sangat tidak biasa, yaitu calon pengantin harus menahan buang air selama 72 jam atau 3 hari! Mungkin hal ini terlihat sulit bagi masyarakat lain, namun bagi suku yang banyak bermukim di Kalimantan Utara ini, syarat ini tidak sulit dilakukan demi harapan mendapatkan kehidupan pernikahan yang harmonis.

Tradisi Palang pintu

Dalam pernikahan Betawi, pengantin laki-laki datang ke rumah pengantin perempuan membawa sekelompok orang. Rombongan mempelai laki-laki pun akan berusaha memasuki rumah mempelai perempuan. Uniknya untuk memasuki rumah tersebut, rombongan pengantin laki-laki akan berbalas pantun dengan keluarga pengantin perempuan yang ada di dalam rumah.

Tradisi meuleum harupat

Pada prosesi pernikahan tradisional Sunda, seorang pengantin pria akan memegang 7 batang lidi, yang kemudian disulut dengan api oleh sang istri. Pengantin pria itu lalu akan mencelupkan lidi yang terbakar tersebut ke dalam kendi berisi air untuk memadamkan apinya, tak lupa ia pun akan mematahkan dan membuang lidi tersebut. Ritual ini menjadi simbol kemarahan yang berapi-api pun dapat dipadamkan dengan keteduhan dan kelembutan sang istri.

Tradisi Adol Dawet

Dalam adat prosesi pernikahan di Jawa Tengah, orang tua pengantin perempuan akan berjualan dawet dan menerima bayaran berupa pecahan genting dari pembeli-pembelinya. Tradisi unik ini menjadi contoh bagi calon pasangan untuk saling membantu dalam membangun dan menghidupi rumah tangga.

Tradisi Pugpugan

Pasangan pengantin dari wilayah Jawa Barat, terutama Cirebon, biasanya akan melakukan ritual pugpugan setelah seremoni pernikahan mereka. Pugpugan sendiri merupakan lipatan ilalang atau daun kelapa tua, yang kemudian akan ditaburkan di kepala kedua mempelai oleh orang tua pengantin wanita. Ritual ini menggambarkan harapan kedua orang tua untuk rumah tangga yang penuh kesetiaan dan rukun hingga tua kelak.

Tradisi Kawin colong

Para pasangan dari suku Osing di Banyuwangi yang belum mendapat restu dari orangtua, oleh adat diperbolehkan melakukan yang disebut Kawin Colong. Artinya, sang calon pengantin laki-laki menculik calon pengantin perempuan selama 24 jam. Lalu, ia akan memilih seorang Colok, yaitu orang kepercayaan atau tetua yang dihormati untuk bernegosiasi dengan keluarga calon pengantin perempuan sampai pernikahan mereka diizinkan.

Tradisi Sinamot

Sumber foto : hipwee.com

Di kultur suku Batak, ada sebuah prosesi bernama Sinamot yang merupakan perundingan mas kawin oleh kedua belah pihak keluarga. Jumlah mahar atau mas kawin yang akan diberikan biasanya ditentukan berdasarkan tingkat edukasi, karier, atau status sosial keluarga gadis tersebut. Semakin tinggi tingkatannya, semakin besar pula jumlah mas kawin. Namun hal ini tidak dilihat sebagai materialisme semata, melainkan harapan bagi pasangan ini untuk menghindari perceraian setelah menikah dengan jumlah mas kawin yang mahal.

Tradisi Ngurukken Majeu (Ngekuruk)

Sumber foto :seputarpernikahan.com

Dalam pernikahan adat Lampung, calon pengantin perempuan akan menaiki kereta kuda yang bernama rato atau dengan tandu menuju rumah mempelai laki-laki. Lalu pengantin pria akan memegang tombak dan berjalan bersama sang calon istri di belakangnya.

Tradisi Badudus

Sumber foto : iyakan.com

Dalam acara pernikahan khas Banjar, terdapat ritual siraman pengantin yang disebut Badudus atau Bapapai. Pada proses ini pengantin akan dimandikan oleh lima atau tujuh wanita lanjut usia, biasanya kerabat terdekatnya, dengan bermacam-macam bunga, air jeruk, dan air kelapa. Tak hanya untuk calon pengantin, wanita yang sedang mengandung pun melakukan ritual ini di bulan ketujuh kehamilan mereka sebagai bentuk penolak bala dan permohonan untuk persalinan yang lancar.

Tentunya, masih banyak lagi tradisi pernikahan unik di seluruh kepulauan Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Bagaimana denganmu, Bela? Share keunikan tradisi pernikahan di lingkunganmu, yuk.[]

Dari Berbagai sumber

(Visited 4 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.