SERANG, Sultantv.co – Warga Lingkungan Sukadana 1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menolak keras direlokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) imbas rencana aktivitas normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten.
Penolakan ini pun berujung pada kekecewaan warga Lingkungan Sukadana 1 perihal kontribusinya pada pemenangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Budi-Agis saat Pilkada 2024 lalu.
Salah satu warga setempat, Hasuri mengaku tidak terima keberadaan rumah warga Sukadana 1 di bantaran kali pembuang Cibanten menjadi penyebab banjir.
Sebab, kata dia, warga Lingkungan Sukadana 1 hanya pernah merasakan banjir dua kali, tepatnya tahun 1970 dan tahun 2022 silam.
“Setahu saya yang namanya Sukadana pernah terjadi banjir dua kali, tahun 1970 dan tahun 2022. Jadi bukan karena ada pemukiman, sebelum ada pemukiman juga sudah pernah banjir,” ujar Hasuri saat rapat di kantor Kecamatan Kasemen, Rabu, 16 April 2025.
“Masyarakat di sini bermukim sudah lama bukan jadi akar permasalahan karena banjir di sana, bukan. Kami warga Sukadana sudah capek disalahin lagi disalahin lagi,” sambutannya.
Menurut dia, kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terkait pemindahan warga Sukadana 1 ke Rusunawa Margaluyu bukan solusi terbaik bagi masyarakat setempat.
Jika ngotot ingin merelokasi warga Lingkungan Sukadana 1, Hasuri mengusulkan kepada Pemkot Serang untuk membuatkan rumah untuk ratusan warga tersebut.
“Setahu saya APBD Kota Serang Rp 1,6 triliun. Kenapa tidak dianggarkan untuk 1 KK satu petak satu petak, jangan dipaksakan kami disuruh pindah ke Rusunawa. Itu baru solusi yang jelas buat masyarakat,” jelas dia.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa warga Lingkungan Sukadana 1 tinggal di bantaran kali pembuang Cibanten, lantaran tidak memiliki lahan untuk membangun tempat tinggal.
Hasuri mengakui tidak merasa memiliki lahan di atas rumahnya karena memang milik negara. Namun, pihaknya meminta jangan direlokasi secara paksa ke Rusunawa, karena itu bukan solusi yang tepat buat masyarakat Lingkungan Sukadana 1.
“Memang mereka tidak mau tinggal di situ (bantaran) karena sangking tidak punyanya. Jangan dipaksakan disuruh pindahlah. Kalau tidak pindah secara hukum dibongkar. Itu bukan seorang kepala daerah kayak begitu,” terangnya.
Bahkan, ia juga mengaku tersinggung dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terkait pembongkaran dan relokasi warga Lingkungan Sukadana 1.
Dirinya pun lantas mengungkit perihal kontribusi warga Lingkungan Sukadana 1 pada pemenangan Walikota dan Wakil Walikota Serang Budi-Agis pada saat Pilkada 2024 lalu.
“Ingat mereka itu sebetulnya mendulang suara di Lingkungan Sukadana harusnya keberpihakan kepada warga Sukadana jangan main gusur-gusur aja tersinggung pak. Dua periode jadi dewan. Satu kali jadi walikota pula di sini. Aturan memberikan solusinya. Intinya kami di sini warga masyarakat Sukadana 1 tidak mau dipindahkan di rusunawa. Kalau mau anggaran APBD 1,6 triliun kondisikan dari 224 KK belikan sepetak-sepetak tanah. Biar mereka membangun. Itu baru solusi,” paparnya. (Roy)




