More

    Viral, Benarkah Dipanaskan Lebih dari 12 Jam, Nasi Menjadi Racun?

    Informasi mengenai nasi yang berubah menjadi racun ketika dipanaskan lebih dari dua belas jam di dalam magic jar tengah viral dalam aplikasi percakapan. Berdasarkan penelusuran National Geographic Indonesia, isu ini sebanarnya sudah pernah muncul dan viral pada tahun 2016.
    Saat itu, pembahasan mengenai kebenaran informasi di dalamnya pun sudah banyak dilakukan. Namun tetap saja, informasi ini terus beredar.
    Pakar gizi, Jansen Ongko, MSc, RD, dikutip dari Detik mengatakan bahwa tidak ada efek signifikan mengenai jangka waktu pemanasan nasi di dalam magic jardengan kesehatan.
    “Selama tidak terkontaminasi dan disimpan dengan baik, nasi aman untuk dikonsumi,” ucap Jansen lebih lanjut.
    Mengenai kadar gula dalam nasi, seorang peneliti dari Wageningen University, Prof. Edith Feskens, mengatakan bahwa nasi yang lengket atau dimasak lama, memang memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan nasi yang kering.
    Sementara itu, Jansen mengatakan bahwa IG hanya berbahaya bagi pasien diabetes. “Tidak bisa disamakan sensitivitas insulin olahragawan, orang sehat, dan pasien diabetes. Semua bergantung pada kondisi kesehatan, terutama organ pankreasnya,” ucap Jansen.
    Lebih lanjut, Jansen mengatakan bahwa dengan demikian nasi yang dihangatkan aman dikonsumsi oleh orang sehat, bukan pasien diabetes.
    Senada dengan Jansen, dikutip dari Detik, dr. Verawati S, SpGK dari RS Kemang Medical Care mengatakan bahwa tidak ada larangan mengenai mengonsumsi nasi yang dihangatkan selama dua belas jam atau lebih.
    Nasi hangat memang IG-nya naik, tapi sedikit, tidak banyak. Nasi ditaruh di dalam kulkas pun kalau dihangatkan akan naik lagi IG nya,” lanjut dr. Vera.
    Tidak hanya Janse Ongko dan dr. Vera, sejumlah dokter dan ahli gizi pun meragukan kebenararan informasi ini. Bukan tanpa alasan, pasalnya, data dan penelitian terkait hal ini memang belum ada. Sehingga informasi di dalamnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
    Meski demikian, Dr. Em Yunir, pakar diabetology RSCM mengatakan bahwa walau tidak dapat dipercaya, tetapi masyarakat diimbau untuk mengonsumsi nasi sesuai dengan kebutuhannya dan tidak berlebihan. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    43,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru