Umroh Kembali Diperbolehkan, Ini Jadi Angin Segar Bagi Jamaah

Sejak Senin (2/11/2020) kemarin, pemerintah Arab Saudi membuka kembali umroh untuk warga dunia. Setelah disetop sejak Februari lalu karena alasan mencegah penyebaran Covid-19 akhirnya masyarakat dunia bisa kembali mengunjungi baitullah.

Menanggapi ini, Komisaris Global Energy Multazam (GEM) Tours and Travel, Hj Uswatun Hasanah bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu negara yang diperbolehkan menunaikan umroh pada masa pandemi ini.

“Ini jadi angin segar bagi jamaah yang sudah rindu ingin umroh. Mereka jadi semangat lagi untuk kesana,” jelas Uswa kepada Sultan TV, Selasa (3/11/2020).

Dengan peraturan dan protokol kesehatan yang ketat, Uswa bilang, ada perbedaan pada penyelenggaraan umroh pada masa sekarang ini. Kerajaan Arab Saudi menerapkan sangat banyak poin untuk bisa masuk ke negara ini dengan menjaga protokol kesehatan.

Hal-hal berbeda yang diungkap Uswa, selain jamaah harus dalam kondisi fit dan sehat, sesampainya di Arab Saudi, hotel, biasa satu kamar untuk empat orang kali ini sekamar hanya untuk dua orang.

“Untuk bis, hanya boleh diisi 40 persen. Biasanya 45 orang, kali ini harus 25 orang dalam satu bis,” tutur pemilik usaha tour and traveldi Kota Serang ini.

Ketentuan pendampingan tour guide pun, kata Uswa, saat ini harus dari Arab Saudi. Pengajuan visa hasil test swab pun, validasinya 72 jam.

“Luar biasa sekali bagi yang ingin berangkat umroh kali ini. Otomatis ini berpengaruh pada visa,” lanjutnya.

Ini berpengaruh pada pengurusan visa. Keterlambatan hasil tes swab bisa membuat berdebar-debar karena berpengaruh pada pengurusan visa. Uswa bilang, pada pemberangkatan umroh kemarin dari Indonesia, ada sekitar 80 orang yang gagal berangkat akibat visa belum diterima karena hasil tes swab belum keluar.

“Setelah sampai di sana pun harus dikarantina selama tiga hari di dalam hotel. Hari keempat  baru boleh keluar. Untuk umroh pun kalau biasanya bisa berkali-kali, hanya boleh satu kali. Itupun waktunya dibatasi hanya tiga jam,” tukas Uswa.

Meskipun ada keterbatasan dan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat, tapi setidaknya kata Uswa, ini jadi kabar baik. Bagi jamaah yang sudah pernah umroh, ini bisa menjadi kesempatan untuk segera melepas rindu. Namun bagi yang baru pertama kali umroh, Uswa menyarankan bisa menunggu saat masa pandemi ini berakhir.

Mengenai kabar sudah diperbolehkan kembali melakukan umroh, Uswa bilang, masyarakat saat ini sudah cerdas dan tahu info ini. Untuk jamaah umroh yang sempat tertunda keberangkatannya menurut Uswa, sudah mendapat info.

“Kamipun memberikan opsi bagi yang ingin sekali berangkat di masa pandemi ini untuk pergi. Tadi pagi ada jamaah yang datang ke kantor kami, mereka ingin berangkat sekarang ini. Mereka datang hanya ingin meyakinkan diri siap umroh dalam setiap kondisi,” jelasnya.

Meski protokol kesehatan selama umroh cukup ketat seperti jika ingin ke masjid harus mendaftar terlebih dahulu, namun kata Uswa, beberapa jamaah tetap ingin berangkat.

“Sisi positifnya, umroh di masa pandemi ini bisa lebih khusuk karena tidak begitu ramai,” tutup Uswa. [sultantv]

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.