More

    Tertinggi di Banten, Kasus Stunting Kabupaten Pandeglang Mencapai 36,8 Persen

    PANDEGLANG – Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka stunting di Pandeglang mencapai 37,8 persen. Angka ini menempatkan Kabupaten Pandeglang sebagai peringkat pertama stunting di Provinsi Banten.

    “Kasus stunting di Pandeglang menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) memang diperingkat tertinggi se-Banten berada di angka 37,8 persen,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Encep Hermawan, Rabu (22/6/22).

    Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis, yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Encep mengatakan beberapa faktor penyebab terjadinya stunting di Pandeglang ialah tingkat ekonomi rendah.

    Rendahnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi juga jadi faktor penyebab stunting. “ASI eksklusifnya mungkin rendah di Kabupaten Pandeglang. Karena memang masih di angka 40 persen ASI eksklusif. Paling dominan adalah asupan gizi dari mulai bayi, seribu (hari) pertama kehidupan memang asupannya dari ASI eksklusif,” terangnya.

    “Tapi tidak hanya itu mungkin juga ada kesalahan pola asuh. Kesalahan pola asuh dalam memberikan makanan pada bayi dan anak,” ungkapnya.

    Atas hal itu, pihaknya mengaku saat ini fokus melakukan pencegahan agar angka stunting di Pandeglang menurun.

    “Makanya fokus ke penanganan kita itu pencegahan, bagaimana supaya tidak terjadi stunting dan memang bagi balita stunting kita tangani walaupun emang hanya beberapa persen kita tangani. Jadi fokus kita lebih ke pencegahan,” katanya. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,000PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru