30.4 C
Serang
Saturday, May 8, 2021

Tarif Lebih Murah, Driver Ojek Online Protes di Kantor Dishub Kota Serang

Kehadiran Ojol (ojek online) Maxim yang menawarkan tarif lebih murah, memicu puluhan pengemudi Ojol lain dari Gojek dan Grab mendatangi Kantor Dishub Kota Serang, Senin (19/10/2020). Tuntutan para pengemudi Ojol dari Gojek dan Grab yang tergabung dalam komunitas Ojol Serang Bersatu ini mengelar aksi untuk meminta Dishub meratakan harga Ojol di Kota Serang.

Mereka mengeluhkan tarif Maxim, aplikasi perjalanan asal Rusia ini yang dianggap terlalu murah. Tarif Maxim dinilai telah menyalahi aturan. Diketahui, Maxim memiliki selisih harga Rp3 ribu per kilometer. Harga promo pertama kali menggunakan Maxim hanya dengan 3 ribu. Tarif  Maxim memang telah naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 7.900. Namun, tarif tersebut masih dinilai terlalu rendah.

“Memang naik jadi Rp 7.900 dan memang masuk dalam peraturan, tapi tetap bagi kami masih menjadi persoalan. Karena kami inginnya sama ratakan semua tarif ojek online, itu saja tuntutan kami,” ujar seorang Ojol Triyono usai audiensi dengan Dishub kota dan provinsi, dan Kapolres Serang Kota, di Kantor Dishub Kota Serang kepada Kabar Banten, Senin (19/10/2020).

Triyono menyebut, mereka merasa diresahkan terkait tarif dari Maxim yang diterapkan. Tarif Maxim awalnya jauh dari ketentuan regulasi yang ada, yaitu Kemenhub, karena jauh di bawah batas tarif normal.

“Kami juga menduga adanya persaingan tidak sehat, jadi itu yang memicu kami dan menjadi tidak kondusif di kalangan driver ojek online,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil audiensi Disbub Provinsi Banten akan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat perihal tersebut.

“Mereka tadi berjanji akan melakukan komunikasi ke kami, jika dalam satu Minggu tuntutan kami tidak berlanjut, maka kami akan adakan demo kembali,” tegasnya.

Menurutnya, menyamaratakan harga ini dimaksudkan untuk menyetabilkan minat penumpang. Sehingga, tidak perlu ada pihak yang ditimpangkan. Menurut Triyono, adanya perbedaan tarif yang ditawarkan Ojol lain justru menciptakan kondisi tidak kondusif. Sebab, kerap terjadi benturan antar sesama pengemudi Ojol.

“Tindak lanjutnya, Maxim yang harus ikut naik harga atau GoJek dan Grab yang turun harga. Itu akan didiskusikan kembali oleh Dishub, perjuangan ini tidak langsung instan akan melewati masa-masa yang panjang, bersabarlah,” paparnya.

Menanggapi ini, Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo menjawab, persoalan penyamarataan harga Ojol merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Sehingga ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

 “Itu yang akan di konsultasikan (harga) ke Kementerian, sebab daerah tidak punya kewenangan itu. Oleh karena itu kami minta waktu untuk konsultasi,” tegasnya kepada Banten Hits, Senin (19/10/2020).

Terkait tuntutan massa aksi melarang Maxim beroprasi selama masa konsultasi, pihaknya pun kembali mengatakan tidak memiliki kewenangan.

“Oh nggak bisa, siapa yang bisa melarang ? Kecuali meraka melanggar tarif,” pungkasnya.

Tri Nurtopo mengatakan, berdasarkan informasi tarif Maxim tersebut merupakan promo. “Per 5 Oktober kemarin itu sudah penyesuaian tarif, minimal menjadi Rp 7.900, dan tarif tersebut sudah sesuai aturan. Dan memang bukan kami yang memutuskan, tapi langsung dari pusat,” katanya.

Dia menjelaskan, tarif tersebut masih sesuai mengacu pada peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 348 tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang dilakukan Aplikasi.

“Didalam aturannya, karena kami masuk dalam zona satu tarif minimal adalah Rp 7.000 sampai Rp 10.000 dan itu masuk dalam aturan,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya akan berkomunikasi dengan Kemenhub terkait tarif tersebut. “Kami juga nanti akan menanyakan kembali dengan pihak GoJek dan Grab darimana tarif dasar mereka ini yang sebesar Rp 12.000. Kami juga kan tidak bisa memutuskan, semuanya langsung dari pusat,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Dishub Kota Serang Heri Hadi. “Jadi kami akan komunikasikan dan mengkonsultasikan perhitungan tersebut yang berada di atas ambang aturan yakni Rp 12.000. Karena seharusnya kan Rp 10.000. Dan kami di daerah tidak bisa memutuskan, dan Maxim itu tidak melanggar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Serang, Bambang Gartika menegaskan, jika penetapan tarif Ojol merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Namun meski begitu, pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan dari para driver Gojek dan Grab tersebut.

“Hasil rapat tadi, untuk tindaklanjut ke Kementerian itu dari Dishub Provinsi (Banten). Jadi nanti dari Dishub Provinsi yang akan berkirim surat ke Kemenhub,” kata Bambang kepada Fakta Banten. [sultantv]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,576FansSuka
6,768PengikutMengikuti
33,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru