Tanpa Disadari, Tertawa Terlalu Keras Bisa Mebahayakan

Tertawa adalah hal yang menyehatkan. Itu sudah diakui oleh sejumlah jurnal yang berhasil membuktikan efek tertawa terhadap kesehatan mental dan fisik. Tertawa melatih paru-paru kita untuk bernapas lebih dalam serta mengurangi ketegangan pada aliran darah.

Namun faktanya tertawa terlalu keras bisa memberikan efek sebaliknya. Dalam sebuah artikel berjudul “Laughing Too Much Could Kill You” dan memberikan penjelasan bagaimana di satu sisi dapat membunuhmu. Bahkan ada kisah di mana seorang filsuf Yunani meninggal gara-gara terlalu keras. Fenomena ini memang didukung oleh beberapa data kesehatan. Berikut ini penjelasan seberbahaya apakah jika tertawa terlalu keras. Yuk cari tahu!

Tertawa memiliki kaitan yang sangat erat dengan sistem saraf yang kita miliki

Sebastian Gendry menerangkan jika tertawa mengurangi ketegangan sistem saraf. Terbukti dengan adanya opioid bernama Endogenous yang digunakan untuk membius seorang pasien. Efek sampingnya adalah pasien tersebut dapat tertawa terbahak-bahak dipengaruhi sistem saraf yang terkena dampak opioid tersebut.

Kedekatannya dengan saraf juga bisa dibuktikan dengan sakit perut yang muncul ketika tertawa terbahak-bahak

Bukti lainnya adalah tertawa terbahak-bahak membuat perutmu sakit. Hal ini dikarenakan adanya kontraksi otot di area perut. Layaknya berolahraga, kontraksi ini juga membuatmu berkeringat, bahkan ingin buang air.

Tidak hanya menenangkan, namun ternyata tertawa dapat memutus sistem saraf

Karena kedekatannya dengan sistem saraf tersebut, tertawa juga memungkinkan untuk memutus sistem sarafmu. Caranya adalah dengan menyumbat aliran darah yang ada di area otak hingga suplai oksigen ke otak tidak lancar. Kasus ini bernama aneurisma dan menyebabkan adanya kerusakan otak.

Alhasil, terlalu keras tertawa mampu menyebabkan sakit kepala

Dengan adanya gangguan pada otakmu tersebut, kamu pun mendapatkan sakit kepala yang berujung pada muntah hingga kejang-kejang. Bahkan kamu pun bisa melihat objek ganda serta sensitif terhadap cahaya. Ada kalanya gangguan saraf ini menyebabkan terjadinya serangan stroke.

Tertawa terlalu keras juga memicu kembalinya serangan asma

Telah diketahui jika serangan asma bisa disebabkan masalah emosional. Stres, girang, menangis dan, ya, tertawa. Seperti yang sudah dikatakan pada awal tadi jika tertawa melatih paru-paru menerima oksigen, tertawa terlalu keras malahan membuat penderita asma menjadi susah bernapas atau tercekik dan akhirnya memicu serangan. Serangan ini bisa sangat berbahaya karena memicu kegagalan pernapasan.

Karena menghambat aliran darah ke dalam tubuh, tertawa terlalu keras bisa membuat seseorang pingsan

Istilah untuk kasus ini adalah syncope, sebuah kondisi kehilangan kesadaran karena kurang darahnya yang mengalir ke otak. Umumnya ini disebabkan tekanan darah rendah, dehidrasi, hingga kekalahan. Namun untuk kasus lain syncope bisa dipicu oleh batuk ataupun tertawa.

Dalam kasus langka, tertawa dapat menyebabkan sindrom Boerhaave

Sindrom Boerhaave adalah kondisi unik yang menyebabkan esofagus sobek. Sindrom ini menyebabkan kematian mencapai 40 persen dan sangat didiagnosis lantaran gejalanya bervariasi. Ada yang muntah-muntah, ada yang merasa dadanya sakit, ada pula lehernya yang sakit.[]

(Visited 3 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.