28.8 C
Serang
Wednesday, October 20, 2021
spot_img

Soal Calon Panglima TNI, TB Hasanuddin Beberkan 4 Tantangan yang Harus Dihadapi

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, mengatakan bahwa siapa yang akan menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bergantung pada kebijakan dan keputusan politik Presiden Joko Widodo.

Hal itu ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan terkait calon terkuat yang akan menjadi pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto, saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (16/9).

TB Hasanuddin mengatakan, ada kemungkinan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Fadjar Prasetyo, yang akan dipilih sebagai Panglima TNI yang baru. Namun, hal itu berpotensi menimbulkan pertanyaan dan protes.

“‘Masa dari AU ke AU lagi?’ Walaupun tidak menyalahi aturan perundang-undangan, ya. Boleh saja. Tapi, jarang terjadi,” ungkapnya.

Kemungkinan lainnya adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, yang akan dipilih menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

TB Hasanuddin menambahkan, masa pensiun KSAD dan KSAL juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Andika Perkasa akan pensiun pada 1 Januari 2023, sedangkan Yudo Margono pada 1 Desember 2023.

“Kalau kami melihatnya, keduanya tidak ada masalah dan keduanya punya kesempatan yang sama,” TB hasanuddin menambahkan.

Terlepas dari siapapun yang nanti akan menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, TB Hasanuddin mengingatkan akan tugas-tugas yang harus menjadi perhatian dari Panglima TNI yang baru nanti.

Salah satunya adalah mampu melanjutkan program Rencana Strategis (Renstra) terakhir dari Minimum Essential Force (MEF) yang akan berakhir pada tahun 2024. Lalu, memiliki kemampuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pendidikan dan pelatihan.

“Untuk apa? Supaya benar-benar prajurit TNI itu adalah prajurit profesional dan tidak bermain politik,” tegasnya.

Selain itu, Panglima TNI yang baru nanti harus meningkatkan disiplin prajurit TNI untuk mencapai zero pelanggaran.

“Kalau kita lihat, di lingkungan prajurit TNI ini, kita masih melihat adanya pelanggaran-pelanggaran disiplin. Terutama, misalnya, ada banyak yang melakukan desersi, terlibat narkoba, dan tindakan-tindakan pidana lainnya. Ini harus diselesaikan,” ujarnya.

Tugas terakhir yaitu mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik lagi bagi prajurit TNI, di antaranya gizi prajurit, perawatan kesehatan, dan pendidikan bagi keluarga prajurit.

Terakhir, dikatakan TB Hasanuddin, Komisi I DPR RI menyambut baik siapapun nama-nama yang disodorkan Presiden Joko Widodo. Kemudian akan dilanjutkan dengan fit and proper test dan selanjutnya akan dikembalikan lagi ke Presiden untuk segera dilantik.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
6,768PengikutMengikuti
34,200PelangganBerlangganan
spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru