26.9 C
Serang
Saturday, September 18, 2021
spot_img

Sesehat Deddy Corbuzier Bisa Diserang Badai Sitokin? Ini Jawaban Dokter!

dr. Gunawan, Sp.PD merupakan dokter yang merawat Deddy Corbuzier saat diserang badai sitokin. Selama dua minggu ia merawat mantan mentalis itu di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Melalui konten YouTube Deddy Coruzier Podcast, ia menjawab pertanyaan terkait alasan orang sesehat Deddy Corbuzier dapat terserang badai sitokin, pada Minggu (22/8).

“Kenapa dengan keadaan saya; yang saya sehat, saya olahraga tiap hari, vitamin D saya tinggi, zinc saya tinggi, saya bisa kena (COVID-19) tanpa gejala, lalu di minggu kedua, ancur saya?” Tanya Deddy.

Dokter Gunawan mengatakan bahwa hal itu bergantung dari respon badan masing-masing.

Secara teori, seseorang yang sehat, tidak akan mengalami badai sitokin. Namun, ada beberapa teori lainnya yang mengatakan, seseorang yang sehat terkadang memiliki respon imun yang berlebihan.

Dikatakannya, saat virus COVID-19 masuk ke dalam tubuh, sel darah putih akan mengenali virus itu. Kemudian, sel darah putih akan memakan virus tersebut.

Saat dimakan, virus COVID-19 sulit dibunuh, sehingga sel darah putih akan ‘bunuh diri’.

“Waktu dia bunuh diri, dia pecah. Dia mengeluarkan zat-zat peradangan. Itulah yang membuat peradangan yang berlebihan, kalo respon imunnya berlebihan,” jelas dokter Gunawan.

Dokter Gunawan pun mengatakan bahwa pola hidup yang sehat sebelumnya turut membantu Deddy dapat bertahan hidup di saat kritis, ketika diserang badai sitokin.

Yang menarik, saturasi oksigen Deddy masih terjaga baik saat itu. Hal itu disebabkan kapasitas paru-paru yang besar dengan VO2 Max yang tinggi karena rutin berolahraga.

“Permukaan paru-parunya pasti lebih luas dan kapasitas parunya lebih bagus ketimbang orang yang tidak pernah olahraga,” ungkap dokter Gunawan.

Selain itu, kondisi jantung Deddy dipastikan sangat sehat oleh dokter Gunawan. Hal itu pula yang menyebabkan saturasi oksigen Deddy terbilang masih cukup baik, walaupun banyak bagian paru-paru yang mengalami peradangan.

Penyebab lain saturasi oksigen bisa tidak menurun, dipastikan dokter Gunawan karena seseorang yang terinfeksi COVID-19 tidak memiliki komorbid dan menjalani pola hidup sehat.

Diketahui, badai sitokin (cytokine storm) terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin, protein dalam sistem imun, ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat.

Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan. Hal ini dapat diketahui dengan pemeriksaan D-dimer dan CRP pada penderita COVID-19.

Tak jarang peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai, karena bisa sampai menyebabkan kematian.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
6,768PengikutMengikuti
33,900PelangganBerlangganan
spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru