Sektor yang Terpukul, Dunia Perfilman Cari Berbagai Trik di Masa Pandemi

Dunia perfilman termasuk ranah kreatif yang terpukul di masa pandemi ini. Bioskop yang tutup, larangan melakukan kerumunan pada proses syuting, menjadi kendala produksi dan distribusi film.

Ini juga yang menjadi alasan beberapa film mulai disiarkan di jaringan tontonan berbayar semacam Netflix, Disney Hot Star dan sebagainya

Kondisi perfilman Banten pada masa pandemi ini dijelaskan Darwin Mahesa, CEO Kremov Pictures, komunitas film di Banten, termasuk yang harus vakum dalam beberapa bulan ini.  

“Sejak Maret sampai detik ini memang kami agak kesulitan untuk produksi film. Terganggu karena kami harus menerapkan protokol, bioskop masih tutup sampai sekarang, dan sulitnya distribusi. Biasanya bekerjasama dengan bioskop menayangkan film. Kami juga kesulitan mencari pendanaan. Selain itu lokasi syuting banyak sekali yang di-lockdown. Itu menjadi kendala terbesar kami sehingga kami membatalkan proses syuting selama beberapa bulan. Hingga saat ini pun kami belum selesai proses produksinya,” jelas Darwin kepada Sultan TV, Kamis (1/10/2020).

Trik para sineas menyiasati keaadaan di tengah pandemi supaya tetap beraktivitas, menurut Darwin, Kremov mencoba cara lain, membuat produksi yang masih memungkinkan yakni melakukan syuting  di daerah yang masih bisa dijangkau.

“Kita juga mencari cara distribusi dengaan media sosial atau platform, misal seperti Netflix, Disney Plus, atau Youtube. Karena memang bioskop sampai detik ini pun masih menunggu jawaban dan menunnggu dibuka. Itu yang kami pertanyakan pada pemerintah mengapa bioskop ditutup sedangkan tempat lain masih bisa dibuka,” tukas Darwin.

Untuk terus eksis di dunia perfilman, Kremov baru-baru ini mengenalkan logo baru menggantikan logo lama yang sudah enam tahun dipakai. “Dengan adanya Covid-19 ini kami berharap masih bisa terus berkarya, berproduksi, dan mengeluarkan film-film yang mengangkat tema-tema budaya di Banten,” imbu Darwin.

Semangat Kremov bangkit lagi di era pandemi ini dengan menggarap project film terbaru. Sebelumnya, Kremov sudah riset untuk film Saija Adinda sejak 2019 hingga awal-awal 2020. Kehadiran virus corona, mengakibatkan produksinya batal.

“Dan kami mencari cara lain untuk bisa memproduksi film ini. Kami sangat terdampak sekali, hampir beberapa bulan berdiam diri di tempat,” tutup Darwin.[sultan tv]

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.