Sejarah Soba, Mi Khas Jepang yang Tidak Kalah Lezat dari Ramen

Selama ini, ramen dengan kaldunya, bersinar di beberapa negara di dunia. Namun, sekarang, Soba, mi Jepang yang lembut dan halus juga mulai membuat terobosan.

Berukuran seperti spageti,  soba dibuat dari tepung gandum. Bahan baku inilah yang memberikan rasa khas pada  soba–begitu pula dengan manfaat kesehatannya.

Konsumsi  soba dalam jumlah banyak, dimulai pada periode Edo di Jepang, sekitar abad ke-16. Awalnya,  soba digunakan untuk melawan beriberi, penyakit yang disebabkan oleh kekurangan tiamin (vitamin B1).

Menurut Mutsuku Soma, koki Jepang yang ahli membuat  soba, beriberi sering diderita oleh penduduk negeri Sakura tersebut karena mereka sangat bergantung kepada nasi putih yang rendah tiamin.

Soba.
billykenkid/Getty Images/iStockphotoSoba.

Seiring berjalannya waktu, soba menjadi kegemaran penduduk Edo. Banyak yang kemudian membuka warung soba dan menjadikan mi tepung gandum ini sebagai bagian dari tradisi.

Orang-orang Jepang kerap memakan soba di malam tahun baru. Soba yang dikonsumsi di waktu tersebut disebut toshikoshi soba (soba melewatkan tahun). Soma sendiri tertarik membuka restoran soba karena sang nenek sering membuat mi tersebut di acara kumpul keluarga, termasuk pada malam tahun baru.

Warga Jepang percaya, makan soba saat menyambut tahun baru, bisa memberikan kesehatan dan panjang umur. Itu juga dianggap membawa keberuntungan karena suara menyeruput dan mengunyah yang muncul saat makan soba (“tsuru tsuru, kame kame”) terdengar seperti nama burung bangau dan kura-kura yang berumur panjang.

Soba memperoleh kepopulerannya di Jepang melalui restoran-restoran dan stand kecil yang khusus menjajakan makanan ini. Dari Jepang, soba berkembang ke negara-negara lainnya. 

Soba biasanya disajikan dengan dua cara tradisional. Zaru  soba dihidangkan di atas seiro atau zaru (piring persegi dari anyaman bambu) dan dimakan dengan cara mencelupkannya terlebih dahulu ke dalam saus yang disebut  soba tsuyu. Sementara itu, bukkae  soba disajikan dengan kaldu hangat dan dilengkapi berbagai topping seperti tempura atau daging bebek.

Ketika sudah selesai makan  soba, pembeli biasanya meminta  soba-yu, air yang digunakkan untuk memasak mi tersebut sebelumnya. Air tersebut akan dicampur dengan saus yang tersisa dan diminum sebagai sup–mengandung banyak nutrisi dan bagus untuk kesehatan.

[]
(Visited 5 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.