Salah satu festival musik terbesar di Yogyakarta, Prambanan Jazz akan digelar kembali di tahun 2025 dan menjadi tahun ke-11 pelaksanaannya. Festival Prambanan Jazz 2025 mencoba merayakan harmoni antara musik, alam, dan budaya dalam tema besar Sebelas Selaras yang dijadwalkan pada 4 Juli 2025 sampai 6 Juli 2025 di Candi Prambanan.
Prambanan Jazz tahun ini akan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia melalui deretan artis internasional yang turut memeriahkan suasana festival di Candi Prambanan. Salah satunya Kenny G dan eaJ.
Prambanan Jazz merupakan perayaan musik berskala internasional yang pertama kali digelar sejak 2015 di Candi Prambanan, Yogyakarta. Candi Prambanan sebagai World Heritage (warisan dunia) berkolaborasi dengan mahakarya dari musisi nasional dan internasional.
Founder Prambanan Jazz, Rajawali Indonesia Anas Alimi menjelaskan festival ini awal mulanya adalah sebuah kecelakaan. Tahun 2015 Anas Alimi dan Bakkar Wibowo diminta oleh manajemen hotel bintang lima di Yogyakarta untuk membuat event besar. Hotel bintang lima tersebut ingin bekerja sama dan mengadakan festival musik dan mengundang Kenny G, namun pihak hotel saat itu malah membatalkan, padahal semua pembayaran telah dilakukan dan kesepakatan dengan sang artis tidak bisa dibatalkan.
Di tengah situasi membingungkan, Anas Alimi mengajak kedua anaknya bermain ke Candi Prambanan. Sambil mendengarkan lagu Kenny G, ia berkeliling dan membayangkan keseruan gelaran musik jazz dengan latar megah Candi Prambanan. Tanpa berpikir dua kali, Anas Alimi menghubungi Bakkar Wibowo untuk merealisasikan ide tersebut.
Setelah tawar menawar dengan pihak Taman Wisata Candi yang cukup sulit, akhirnya Prambanan Jazz dapat digelar dengan persiapan hanya 1,5 bulan. Tiket penjualan terjual 6.000 tiket, lebih dari target, namun Anas dan Bakkar mengaku merugi karena biaya produksi yang tinggi dan sponsor yang sedikit. Akan tetapi, Prambanan Jazz sukses digelar dengan meriah dan mengundang banyak minat.
Di tahun pertama, festival ini digelar hanya satu hari. Di tahun 2016, bertambah jadi dua hari. Di tahun ketiga dan sampai saat ini, Prambanan Jazz selalu digelar selama tiga hari karena banyaknya peminat yang ingin mengagumi keindahan Candi Prambanan dengan penampilan musisi nasional dan internasional yang meriah.
Festival yang menjadi diplomasi budaya melalui musik ini juga kian meriah dengan berbagai wahana Pasar Kangen dan bermacam-macam jajanan tradisional yang bisa dinikmati sekaligus mendukung perekonomian lokal.
[Radika]





