PANDEGLANG, Sultantv.co – Sarnata, pemuda asal Kecamatan Munjul, Pandeglang, Banten, berhasil mengolah potensi lokal menjadi produk yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Aren, yang merupakan salah satu potensi terbesar di Banten, ia kembangkan melalui usaha Arenta sejak tahun 2016.
Sarnata menceritakan bahwa motivasinya berawal dari keluarga dan pendidikan yang ia tempuh.
“Pertama, karena kakek saya seorang petani aren. Kedua, saya kuliah di Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis. Jadi motivasi saya pun semakin kuat,” ungkapnya, ditemui di Kota Serang, Minggu, 24 Agustus 2025.
Di kampungnya, pohon aren tumbuh melimpah dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Namun, menurut Sarnata, potensi itu masih belum banyak dilirik.
“Aren dianggap kuno, tradisional, dan produknya seolah tidak bisa dipasarkan lebih jauh. Padahal, gula tradisional bisa bertransformasi menjadi produk modern yang mampu menembus pasar luar negeri,” jelasnya
Sarnata melihat bahwa pohon aren bisa menjadi sumber usaha yang menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, kesejahteraan petani dapat meningkat. Ia pun berbagi tips sederhana.
“Mengenalkan aren ke orang-orang terdekat, memaksimalkan media sosial, serta membuat kemasan yang praktis,” tuturnya.
Strategi lain yang ia terapkan adalah membuka kemitraan.
“Orang tidak harus punya kebun aren. Yang penting, bagaimana mereka bisa ikut menjual produk aren,” ujarnya.
Awalnya, kemitraan dibangun di Banten. Seiring berkembangnya usaha, produk Arenta mulai merambah ke Medan, Pekanbaru, Sulawesi, dan berbagai daerah lainnya. Pada 2019, jaringan kemitraan Arenta sudah tersebar di berbagai provinsi dengan melibatkan agen dan pelaku usaha.
Sarnata menargetkan Pandeglang sebagai sentral produksi, sementara Cilegon dan Serang menjadi pusat distribusi. Dalam prosesnya, petani lokal tetap dilibatkan sebagai aktor utama produksi.
“Inovasi terus kami lakukan. Kalau awalnya hanya satu produk, sekarang sudah ada tujuh varian, seperti aren campuran jahe dan lain-lain. Bahkan, penjualan jahe merah menjadi produk best seller di marketplace,” jelasnya.
Bagi Sarnata, Arenta bukan sekadar bisnis, melainkan jalan untuk meningkatkan harkat petani aren sekaligus memperkenalkan potensi lokal ke dunia.
“Dengan memanfaatkan pohon yang ada, para petani bisa berdaya, dan Indonesia bisa dikenal dengan produk-produk arennya,” tutupnya penuh optimisme. (Roy)





