BerandaBERITASarapan Bubur Ayam Sehat atau Tidak?

Sarapan Bubur Ayam Sehat atau Tidak?

Bubur ayam umumnya diproses dari beras putih yang ditanak dengan air dalam jumlah banyak.

Karena kadar airnya sangat banyak, beras pun akan kehilangan tekstur khasnya yang kasar menjadi sangat halus.

Selain itu, proses pemasakan yang cukup lama membuat pati beras menyebar dan menyatu dengan air. Hasilnya adalah bubur polos yang sangat lembut dan kental.

Dalam semangkuk bubur ayam tanpa taburan atau sekitar 240 gram (g) memiliki kalori dan kandungan zat gizi berikut.

  • Energi: 372 kkal
  • Karbohidrat: 36,12 g
  • Protein: 27,56 g
  • Lemak: 12,39 g

Sarapan bubur ayam tentu tidak lengkap tanpa taburan kerupuk. Umumnya, dalam 12 g taburan kerupuk memiliki kalori dan gizi sebagai berikut.

  • Energi: 60 kkal
  • Karbohidrat: 7,32 g
  • Protein: 0,89 g
  • Lemak: 3,04 g

Anda juga bisa menambahkan jeroan, misalnya sate usus ayam ke dalam sarapan. Nah, di bawah ini adalah kalori dan gizi dalam 100 gram sate usus ayam.

  • Energi: 94 kkal
  • Karbohidrat: 0 g
  • Protein: 17,6 g
  • Lemak: 2,6 g

Dengan berbagai kombinasi tersebut, sarapan bubur ayam mampu memberikan tubuh Anda sekitar 400–500 kalori setiap paginya.

Namun, jumlah kalori ini akan makin bertambah tergantung pada taburan yang Anda berikan.

Sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics (2014) menunjukkan orang yang sarapan cenderung memiliki pola makan sehat ketimbang yang tidak sarapan.

Selain itu, orang yang makan sarapan mencakup protein dan serat juga memiliki indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang lebih rendah.

Oleh karena itu, berikut ini adalah sejumlah tips yang bisa Anda lakukan bila ingin sarapan bubur ayam dengan lebih sehat.

1. Ganti dengan bubur alternatif

Meski tidak umum, Anda bisa mengganti bubur beras putih dengan beras merah. Jenis beras ini lebih rendah indeks glikemik, kaya serat, dan mengandung karbohidrat kompleks.

Hal ini menjadikan bubur ayam dari beras merah tidak meningkatkan gula darah secepat bubur putih. Selain itu, bubur beras merah juga akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Untuk alternatif lainnya, Anda mungkin bisa mencoba resep bubur lain, seperti bubur manado atau bubur kacang hijau untuk sarapan yang kaya serat, vitamin, dan mineral.

2. Hindari taburan berlebihan

Tak lengkap rasanya makan bubur ayam tanpa taburan kerupuk. Namun, Anda lebih baik tidak menambahkannya ke dalam menu sarapan.

Selain menambah kalori, kerupuk mengandung lemak jenuh dari minyak goreng. Konsumsi lemak jenuh berlebihan salah satunya bisa memengaruhi kesehatan jantung.

Sate usus dan hati sering menjadi menu pendamping sarapan bubur ayam. Jeroan ayam ini memang kaya protein, vitamin, dan mineral yang tubuh Anda butuhkan.

Namun kembali lagi, konsumsi berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol. Proses pengolahan yang kurang bersih juga meningkatkan risiko keracunan.

3. Tambahkan nutrisi lain

Meski mencukupi kebutuhan kalori dan karbohidrat, sarapan bubur ayam cenderung minim nutrisi lain, termasuk protein, serat, vitamin, dan mineral.

Untuk mendapatkan asupan protein setiap pagi, Anda bisa menambahkan sebutir telur rebus atau segelas yoghurt yang mudah dicerna tubuh.

Sertakan juga sayuran dan buah untuk sarapan yang tinggi serat, seperti bayam, wortel, pisang, atau apel untuk menambah energi Anda.[]

Sumber: hellosehat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular