Raksasa Spanyol, Real Madrid akan menyambangi markas Paris Saint-Germain (PSG) dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2021/2022. El Real akan menantang Les Parisiens di Parc des Princes, Paris, markas PSG, Rabu (15/2/2022) dini hari.
Banyak yang menganggap duel PSG kontra Real Madrid seperti sebuah final kepagian. Pertemuan kedua tim bakal lebih menarik jika terjadi di partai puncak. Mengingat kedua tim dihuni banyak pemain berlabel bintang.
PSG punya Lionel Messi, Neymar Jr, Kylian Mbappe, Angel Di Maria, Sergio Ramos hingga Gianluigi Donnarumma. Sementara kubu Madrid memiliki Marcelo, Toni Kroos, Luka Modric, Garteh Bale, Eden Hazard, hingga Karim Benzema.
Satu di antara hal yang menarik dalam pertarungan nanti adalah keberadaan seorang Carlo Ancelotti di kubu Real Madrid. Ia merupakan pelatih flamboyant yang sudah sangat identik dengan masa kejayaan Los Blancos.
Carlo Ancelotti sudah familiar sebagai pelatih berpredikat raja di Liga Champions. Sudah berulangkali ia mengantarkan tim mengangkat trofi si kuping besar bersama sejumlah klub besar Eropa.
Tentu tangan dingin Ancelotti juga bakal memberikan andil bagi permainan Los Blancos untuk melaju jauh musim ini. Termasuk meladeni PSG sebagai tim kuat di ajang ini.
Namun kubu Real Madrid tak perlu khawatir karena Carlo Ancelotti punya rekor mentereng di kancah Liga Champions. Torehan miliknya bisa menjadi modal besar bagi Madrid untuk mendepak PSG dan melaju lebih jauh musim ini.
Setelah memenangkan dua gelar Liga Champions bersama raksasa Italia AC Milan pada 2003 dan 2007. Kemudian Carlo Ancelotti membuat dirinya disayangi pendukung Real Madrid dengan torehan La Decima pada tahun 2014.
Sejak memenangkan gelar kesembilan mereka di kompetisi pada tahun 2002, Real Madrid tidak mencapai final Liga Champions selama 12 tahun sebelum akhirnya bersua rival sekota Atletico Madrid dalam pertandingan perebutan gelar 2014.
Setelah Sergio Ramos mencetak gol untuk memaksa perpanjangan waktu, Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol untuk dua tim pemenang berbeda di final Liga Champions saat Los Blancos memenangkan gelar ke-10 mereka dalam kompetisi tersebut.[]



