Punya Potensi Besar, Extreme Sport Sudah Seharusnya Mendapat Perhatian

Keberadaan olahraga ekstrim atau extreme sport di Kota Serang belum banyak diketahui. Padahal prestasi yang ditoreh tidak main-main. Bukan hanya level lokal, melainkan sampai internasional.

Baru-baru ini kompetisi extreme sport digelar di Kota Serang. Menurut Andriyansyah, Ketua Event Competition Extreme Sport Kota Serang 2020, potensi pertumbuhan olahraga ini sangat besar karena bisa menggaet anak-anak muda agar memiliki kegiatan positif.

“Potensinya bagus banget, terutama di Kota Serang. Minimal fasilitasnya ada Skatepark Loop Arena di Stadion Ciceri, Kota Serang. Di sana tempat berkumpul dan berlatih skateboard, sepeda BMX, break dance, dan soccer freestyle. Walaupun memang lebih banyak dipakai latihan anak-anak BMX. Kalau breakdance biasanya lebih banyak latihan di sanggar,” tutur lelaki yang biasa disapa Andre ini saat menjadi pembicara di program Bincang Hari Ini Sultan TV, Selasa (17/11/2020).

Potensi olahraga ini menurut Andre cukup besar karena keberadaanya untuk menggaet anak-anak muda agar punya kegiatan positif dan jauh dari kegiatan negatif. Di lokasi latihan yakni Loop Arena, bukan hanya tempat nongkrong melainkan bisa latihan karena ada fasilitas yang tersedia.

Prestasi extreme sport Kota Serang dijelaskan Andre cukup membanggakan. Mulai dari Heru Anwari,  atlet internasional yang lahir dan besar di Kota Serang dan saat ini berada di Australia. Lalu ada 30 breakdancer asal Kota Serang yang terlibat pada opening Asean Games hingga freestyle soccer yang menjuarai ajang nasional dan internasional. Sementara untuk skateboard, meski masih di ranah lokal namun tetap membanggakan.

Keberadaan extreme sport di Kota Serang bisa menjadi wadah untuk komunitas dalam mencari bibit atlet. Ade Mahendra, freestyle soccer asal Kota serang yang juara 1 Indonesia Open Export Champion (IOXC) 2019 berharap,  extreme sport semakin berkembang, sehingga melahirkan generasi selanjutnya yang akan menjadi penerus dan mengembangkan prestasi hingga internasional.

“Potensi olahraga ekstrem ini di Banten bakal banyak peminat. Kemarin di kompetisi extreme sport, saya pikir bakal sedikit karena diberlakukan protokol kesehatan. Ternyata rame banget, banyak yang nonton,” tukas remaja yang juga mengikuti latihan beladiri Merpati Putih ini.

Keduanya optimistis, olaahraga yang mereka geluti ini dapat bertahan, maju dan berkembang. Seperti motto Kota Serang yakni aje kendor, mereka berusaha semampu mungkin untuk tidak kendor.

“Temen-temen di Kota Serang punya bakat, nyali, dan potensi. Cuma butuh support bukan hanya pemerintah tapi temen-temen yang punya budget lebih,” kata Andre lagi.

Andre memaparkan, ada wacana extreme sport menjadi ekskul di sekolah. Jika ini terealisasi, ada 130-an sekolah dari SD dan SMA di Kota Serang yang disasar. Namun Andre mengatakan, target utamanya adalah memperkenalkan extreme sport ke SMA dan sederajat.

“Semoga 2021 terlaksana. Kami akan mengedukasi, olahraga ini ekstrem tapi ada caranya. Disparpora menyetujui ini, tinggal Dindik setuju atau nggak masuk ke ekskul sekolah. Harapannya dari ekskul ini diharapkan ada bibit-bibit atlet yang muncul dari ekskul sekolah,” tukas Andre. (sultantv-01)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.