Punya Anak Lelaki? Siap-siap Hadapi Hal Ini

Mengasuh anak apapun jenis kelaminnya, tentu memiliki tantangan tersendiri. Setiap anak adalah unik dengan karakter dan temperamennya masing-masing. Untuk itu diperlukan kepekaan orangtua mengenali kepribadian anak secara detail.

Dilansir parenting.dream.co.id, Bagi Sahabat Dream yang memiliki anak lelaki, bersiap-siaplah. Anak lelaki lebih aktif secara fisik. Mereka sangat enerjik, suka sekali permainan fisik dan lebih agresif dibandingkan anak perempuan.

” Meniru superhero favoritnya, berlari, melompat, menendang bahkan memukul. Semua dilakukannya karena anak merasa itu keren. Hal ini sangat wajar, perilaku anak lelaki memang cenderung agresif tapi jangan dihadapi dengan sikap yang keras pula,” ujar Ted Zeff, Ph.D, seorang psikolog.

Teriakan atau ancaman memang bisa menghentikan sikap anak yang tak terkendali secara cepat tapi hal itu tak akan berlaku jangka panjang. Penting untuk melakukan filter terhadap apa yang dilihat, ditonton dan didengarkannya.

” Anak lelaki lebih cepat dan sangat reaktif ketika melihat sesuatu yang bertema kekerasan. Pastikan tontonannya di rumah dikontrol dengan baik, televisi dan gadget sangat mempengaruhinya,” ungkap Ted.

Energi anak lelaki begitu besar. Sangat disarankan untuk menyalurkannya melalui aktivitas permainan atau olahraga yang menguras fisik seperti masukkan ke klub bola, les renang, bela diri atau aktivitas lain yang disukainya.

” Energinya bisa tersalurkan dengan baik dan bisa membangkitkan kepercayaan dirinya. Anak pun sudah terlalu lelah untuk menonton televisi atau YouTube. Sesampainya di rumah biasanya mereka langsung terlelap,” ungkap Zeff dikutip dariPsychcentral.

Hal yang juga harus diperhatikan adalah membangun kebiasaan komunikasi yang efektif. Membuat anak terbiasa mengungkapkan perasaan dan emosinya tanpa menyakiti orang lain. Bagaimana caranya?

” Orangtua adalah contoh terbaik. Mulailah dulu bercerita pada anak apa yang dialami di kantor atau ketika bertemu orang lain. Contohkan padanya bagaimana bersikap, bersosialisasi. Anak laki-laki sangat membutuhkan contoh konkret sehari-hari,” kata Zeff. []

 

 

(Visited 14 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.