BerandaBERITAProduksi Kue Satu Terus Meningkat, Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Produksi Kue Satu Terus Meningkat, Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H

SERANG, Sultantv.co – Lingkungan Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sejak lama dikenal sebagai sentra kue satu.

‎Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hampir setiap sudut gang di lingkungan tersebut dipenuhi aktivitas penjemuran adonan hingga proses pengepakan kue satu untuk dikirim ke berbagai toko.

‎Salah satunya usaha rumahan Cahaya Amah, setiap hari mereka mengolah kacang hijau menjadi penganan khas hari raya umat Muslim.

‎Kue satu yang dihasilkan memiliki cita rasa khas, terbuat dari kacang hijau pilihan yang digiling halus dan dicampur gula.

‎Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan lumer di mulut. Rasa manisnya ringan, berpadu dengan aroma kacang hijau yang kuat, sehingga menjadi suguhan favorit saat hari raya.

‎Pemilik usaha rumahan Cahaya Amah, Faikoh mengatakan, dalam sehari pihaknya mampu mengolah sekitar satu karung kacang hijau. Dari bahan tersebut dihasilkan kurang lebih 25 kilogram adonan kue satu.

‎“Sehari paling satu karung. Tapi tergantung cuaca. Kalau panas terik bisa dijemur, cepat kering. Kalau hujan atau kurang panas, harus pakai oven,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.

‎Menurutnya, proses pengeringan menjadi tahapan penting agar tekstur kue tetap halus dan tidak mudah hancur saat dikemas.

‎Bahkan saat musim hujan, kacang hijau lebih lama kering sehingga waktu produksi bertambah.

‎“Kalau lagi hujan, kacangnya lama kering. Jadi produksi ikut mundur,” katanya.

‎Faikoh mengungkap pesanan biasanya mulai meningkat sejak sebelum Ramadan, dan terus bertambah memasuki pertengahan bulan puasa.

‎Pengiriman kue satu ke toko-toko pun rutin dilakukan untuk menjaga stok tetap tersedia hingga Lebaran.

‎“Biasanya sebelum puasa sudah mulai stok. Masuk tanggal 10 Ramadan pesanan makin banyak dan mulai kirim ke toko-toko,” ucap Faikoh.

‎Adapun proses pembuatan kue satu memakan waktu sekitar dua hari. Hari pertama untuk penggilingan kacang hijau, pencampuran gula, pencetakan, serta penjemuran atau pengovenan. Hari berikutnya masuk tahap pengemasan.

‎Selain kue satu, Cahaya Amah juga memproduksi sagon dan gipang. Dalam masa ramai, delapan orang pekerja terlibat, mulai dari bagian produksi hingga pengepakan.

‎Salah satu pekerja, Urfiah, menyebut dalam kondisi ramai satu kali pengiriman bisa mencapai 25 dus. Setiap dus berisi satu lusin kue yang dipasarkan ke Serang, Cilegon hingga Merak.

‎Dirinya bertugas di bagian produksi dan pengemasan menuturkan, dalam masa ramai satu kali pengiriman bisa mencapai 25 dus, dengan isi satu dus sebanyak satu lusin.

‎“Kalau jelang Lebaran bisa kirim 25 dus sekali. Satu dus isinya 12,” ujar Urfiah.

‎Untuk harga, kue satu dijual dalam kemasan dus berisi satu lusin. Urfiah menyebut satu toples dibanderol sekitar Rp10 ribu untuk distribusi ke toko.

‎Harga tersebut disesuaikan dengan biaya bahan baku dan produksi, terutama saat permintaan meningkat menjelang Lebaran. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular