SULTANTV.CO. – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus memperluas pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut dipaparkan dalam diskusi yang digelar porosjakarta.com bersama Kamaksi di Resto Masmiskun, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Senior Officer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jakarta Raya, Septa Aryo Widyanarko, menjelaskan bahwa program pembinaan UMKM sejalan dengan regulasi Kementerian BUMN terkait TJSL.
Fokusnya adalah membangun usaha mikro dan kecil agar semakin tangguh, adaptif, serta mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
Data yang disampaikan menunjukkan, dari total 658.365 UMKM di DKI Jakarta, sekitar 12.631 pelaku usaha atau kurang dari 2 persen yang telah terfasilitasi melalui Rumah BUMN, termasuk binaan PLN.
Untuk memperluas jangkauan manfaat, PLN UID Jakarta Raya membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023 sebagai pusat pengembangan dan kolaborasi UMKM.
Menurut Septa, hasil evaluasi program menunjukkan capaian yang signifikan. Pengukuran dampak sosial mencatat tingkat pemenuhan harapan masyarakat di atas 90 persen, dengan nilai 90,66 persen.
Sementara itu, aspek keberlanjutan program bahkan melampaui ekspektasi hingga 94,29 persen.
Tak hanya meningkatkan kapasitas bisnis, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, hingga penguatan branding produk.
Diskusi tersebut dihadiri pelaku UMKM, pegiat sosial, serta insan media yang antusias menggali peluang sinergi.
PLN berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem UMKM Jakarta agar lebih resilien menghadapi tantangan pasar.
Di sisi lain, program TJSL PLN juga menyasar persoalan riil yang dihadapi UMKM pinggir jalan, yakni praktik tarik kabel listrik ilegal.
Fenomena ini dinilai berisiko terhadap keselamatan serta berpotensi mengganggu jaringan distribusi listrik.
Sebagai solusi, PLN menginisiasi pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara berkelompok.
Skema ini memungkinkan pelaku UMKM memperoleh akses listrik resmi, aman, dan terjangkau, sekaligus menekan praktik sambungan liar.
Melalui mekanisme kolektif, proses administrasi menjadi lebih efisien dan biaya dapat ditanggung bersama antaranggota kelompok.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi ketenagalistrikan.
Ketua Kamaksi, Joko Priyoski, mengapresiasi inisiatif tersebut.
Ia menilai program TJSL PLN merupakan langkah konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam peningkatan keterampilan dan potensi pendapatan UMKM.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM binaan, baik melalui pelatihan terukur maupun dukungan teknis di lapangan. Dengan pendekatan terintegrasi, UMKM di Jakarta diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.***





