Plasma Darah Bisa Bantu Mengukur Keparahan Pasien Covid-19

Tim peneliti dari Francis Crick Institute di Inggris dan Charite Universitaetsmedizin Berlin di Jerman menemukan tiga dari puluhan protein plasma darah pasien Covid-19 bisa dijadikan petunjuk untuk mengukur tingkat keparahan kondisi pasien. Hal ini lantaran ketiga protein terhubung dengan interleukin IL-6 atau protein penyebab peradangan sehingga keberadaannya bisa dijadikan penanda seberapa serius gejala pasien yang terinfeksi virus corona.

Temuan didapatkan setelah para peneliti berhasil memetakan 27 protein penting dari plasma darah pasien Covid-19 yang diyakini menjadi acuan bagi dokter untuk memperkirakan kondisi pasien. Namun begitu hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Systems ini menjelaskan, masing-masing pasien Covid-19 memiliki kadar protein yang berbeda dalam darahnya.

Para peneliti mengatakan, petunjuk ini dapat berguna bagi dokter ketika memeriksa pasien dan menaksir tingkat keparahan penyakit. Hasil temuan juga dapat menjadi titik tolak baru untuk pengembangan obat virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020 menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Penyakit ini menurut data yang dihimpun Johns Hopkins Universiity hingga Rabu (3/6) telah menginfeksi lebih 6,3 juta orang di seluruh dunia. Sebanyak lebih dari 380 ribu orang meninggal dan 2,7 orang lebih berhasil sembuh dari Covid-19.

Sejumlah dokter dan para ahli mengatakan pasien COVID-19 mengalami gejala penyakit yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara pasien lainnya membutuhkan perawatan dan sisanya mengalami gejala penyakit parah.

“Adanya tes yang dapat membantu dokter menentukan seorang pasien Covid-19 berpotensi mengalami masa kritis atau tidak, sangat penting dilakukan,” kata ahli biologi molekuler di Crick Institute, Christoph Messner yang merupakan salah satu periset pada studi protein darah pasien Covid-19.

Messner menjelaskan, pemeriksaan yang bisa memperkirakan tingkat keparahan itu dapat membantu dokter menangani pasien dengan kondisi kesehatan berbeda. Dokter juga dapat menentukan pasien mana yang paling berisiko dan membutuhkan layanan perawatan intensif.

Tim riset, yang salah satunya diketuai Messner, menggunakan metode spektometri massa (mass spectometry) untuk memeriksa secara cepat keberadaan dan jumlah beberapa jenis protein pada plasma darah dari 31 pasien Covid-19 di rumah sakit Charite, Berlin.

Hasil tes itu kemudian dibandingkan dengan protein pada plasma darah 17 pasien lainnya di rumah sakit yang sama, serta 15 orang yang sehat sebagai pembanding eksperimen.[] 

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.