23.7 C
Serang
Friday, January 21, 2022
spot_img

Peninggalan Raja-Raja, 5 Destinasi Taman Air Ini Megah Hingga Kini

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Mulai dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan hingga masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan terabadikan dalam sebuah situs atau bangunan.

Dari masa kepemimpinan raja-raja, kita akan banyak menjumpai peninggalan-peninggalan berupa candi, prasasti, bangunan kerajaan atau keraton, bahkan taman air.

Dahulu, taman air digunakan para raja untuk melakukan kegiatan sosial di kerajaan. Namun kini, taman air dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan wisata.

Berikut, 5 destinasi wisata taman air para raja di Indonesia!

1. Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari Yogyakarta merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.

Awalnya, taman yang mendapat sebutan ‘The Fragrant Garden’ ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Melansir situs resmi Kraton Jogja, pada tahun 1867, terjadi gempa besar yang meruntuhkan bangunan-bangunan di Yogyakarta. Kompleks Taman Sari rusak cukup parah saat itu, sehingga banyak penduduk membangun hunian di antara puing bangunan.

Renovasi kemudian dimulai di tahun 1977, namun hanya sedikit bagian dari bangunan Taman Sari yang bisa diselamatkan. Pada tahun 2006, gempa besar sekali lagi menyebabkan kerusakan pada Taman Sari. Semenjak saat itu, renovasi dan revitalisasi kembali dilakukan.

2. Tirta Gangga

Tirta Gangga adalah bekas istana kerajaan yang terletak sekitar 5 kilometer dari Karangasem, dekat Gunung Agung, di bagian timur Pulau Bali. Taman ini terkenal karena istana airnya yang dimiliki oleh Kerajaan Karangasem.

Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga, sebagai penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini mengacu pada istana air yang dibangun tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung.

Istana Air Tirta Gangga berupa labirin kolam dan air mancur yang dikelilingi oleh taman yang rimbun dan patung-patung. Kompleks seluas satu hektar ini hampir hancur seluruhnya akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963. Kemudian dibangun kembali dan dipulihkan.

3. Taman Sari Sunyaragi

Taman Sari Sunyaragi terdapat di sebuah gua bernama Gua Sunyaragi yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon. Nama Sunyaragi berasal dari kata ‘sunya’ yang artinya sepi dan ‘ragi’ yang berarti raga.

Awalnya, tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. Namun, secara garis besar Taman Sari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.

Gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan hasil dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam dan gaya Eropa.

Tahun 1852, taman ini sempat diperbaiki karena pada tahun 1787 sempat dirusak Belanda. Saat itu, taman ini menjadi benteng pertahanan.

4. Taman Ujung Sukasada

Taman Ujung atau Taman Sukasada merupakan sebuat taman yang terletak sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Amlapura di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali. Pada masa Hindia Belanda, Taman ini dikenal dengan nama Waterpaleis atau ‘istana air’.

Taman Ujung Karangasem dibangun oleh raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik, pada tahun 1909. Pada awalnya luasnya hampir 400 hektare, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektare. Sebagian besar tanah dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform.

Taman ini adalah milik pribadi keluarga Puri Karangasem. Namun pengunjung umum diperbolehkan mengunjunginya.

Arsitek pembuatannya adalah seorang Belanda bernama van Den Hentz dan seorang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali).

Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921.

5. Taman Narmada

Taman Narmada merupakan salah satu taman terbesar di Nusa Tenggara Barat. Luas areanya sekitar dua hektar dan memiliki kemudahan akses dari segala penjuru. Taman ini terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Taman ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun śaka (Oktober-November). Selain itu, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sebelumnya, banyak bagian Taman Narmada yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam, taman, pagar maupun bangunan. Namun, pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman Narmada dapat diselesaikan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
16,400PengikutMengikuti
35,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru